Showing posts with label Suara Alumni. Show all posts
Showing posts with label Suara Alumni. Show all posts

Friday, 2 January 2015

Belajar Siap Menghadapi Dunia Kerja Bersama Alumni

Oleh: Marfu'ah

Foto: Marfu'ah

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang (Unnes), alumni, beserta dosen mengikuti Seminar Kependidikan bertajuk “Tracer Study dan Lokakarya Bahasa Jepang dalam Dunia Kerja”, di Ruang Bundar Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Jum`at (2/1) kemarin.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Ai Sumirah Setiawati, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya mengatakan tujuan kegiatan ini adalah selain silaturahim bersama alumni, juga berbagi pengalaman bagaimana menghadapi dunia kerja. “Mahasiswa diharapkan tidak bingung dan mempunyai lebih banyak chansu (kesempatan-red) dalam dunia kerja nantinya,” kata Ai sensei.
Salah satu pembicara seminar kependidikan yang merupakan Ketua MGMP Bahasa Jepang se-Jateng  dan DIY Erwan Kasrianto, S.Pd. mengatakan, meskipun jam bahasa asing di sekolah berkurang karena diterapkan Kurikulum 2013, menurutnya hal tersebut tidak menutup kesempatan Sarjana Pendidikan Bahasa Jepang untuk menjadi guru.
“Kesempatan masih ada, ada peraturan sekolah diharuskan membuka kelas Bahasa, namun karena tidak adanya pengajar, sekolah memilih untuk tidak membuka kelas. Nah, meski tidak ada kelas Bahasa Jepang di sana, lulusan Pendidikan Bahasa Jepang bisa jemput bola dengan melamar langsung ke sekolah,” tuturnya yang juga merupakan alumni Pendidikan Bahasa Jepang, Unnes.


Foto: Shimazu Aki


Dari Guru sampai Berwirausaha
Menurut Pembicara yang bekerja di Lembaga Pemagangan ke Jepang, Jefry Aulia, S.Pd., Lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang tidak hanya bisa menjadi guru di sekolah formal, namun juga bisa menjadi guru di sekolah informal. “Bisa seperti saya yang pernah menduduki posisi menjadi tenaga pendidik bagi calon magang ke Jepang, meskipun berbeda keadaan seperti pada sekolah pada umumnya, namun itu adalah kesempatan saya untuk mencari pengalaman baru,” katanya.
Pembicara lain yang bekerja di Perusahaan Jepang  pada bagian Perencanaan Perusahaan dan Penerjemah yaitu Astri Yuliastuti, S.Pd. dan Oky Laksmana Hanggar Kusuma, S.Pd. berpendapat bahwa bekerja pada Perusahaan Jepang selain harus bisa beradaptasi dengan perusahaan juga harus berjiwa tidak mudah menyerah. “Dasar saya belajar Pendidikan Bahasa Jepang, jadi saya tidak pantang menyerah untuk belajar lebih agar profesional menjadi intrepeter,” ungkap Oky.
Tidak hanya Bahasa Jepang, pengusaan bahasa asing lain juga perlu dimiliki oleh pembelajar bahasa asing. Hal tersebut diungkapkan oleh Aldilah Alifany Darrienda, S.Pd. yang  bekerja di salah satu lembaga les privat di Jakarta.  Ia menambahkan, penguasaan  bahasa asing dapat memperluas kesempatan dalam mendapatkan kerja.
Berbeda dengan pembicara lain yang bekerja menjadi guru atau karyawan, Anjar lebih memilih menjadi wirausaha muda. Menurutnya, menjadi wirausaha selain berani untuk gagal tapi juga berani untuk mencoba dan setidaknya jika berhasil dapat menciptakan lapangan kerja. “Meskipun saya tidak merampungkan belajar di Prodi Bahasa Jepang, tapi saya bersyukur dapat belajar banyak hal di kampus,” ungkap pemilik Usaha Kecil Menengah berupa oleh-oleh dan usaha pengiriman barang itu.

Foto: Jefry Aulia


Gali Potensi Diri
Berbicara mengenai peluang kerja, M. Fadly, S.Pd mengungkapkan nilai tambah seseorang menjadikan seseorang itu mendapatkan lebih banyak peluang kerja. ”Stay Hungry, stay foolish,” tutur alumni yang dulu aktif di organisasi dan sekarang selain bekerja di perusahaan Jepang juga merintis usaha katering dan mengelola sebuah laman itu menirukan kata-kata Steve Jobs.

Dosen Prodi Bahasa Jepang Unnes Dra. Rina Supriatnaningsih, M.Pd. menanggapi apa yang telah diungkapkan para pembicara, menurutnya setelah mengikuti seminar ia mengetahui bahwa lulusan Prodi Bahasa Jepang Unnes apapun profesinya itu merupakan pribadi yang pantang menyerah. “Saya sampai ingin menitikan air mata, mendengarkan kehebatan anak didik kami berjuang pada profesi masing-masing,” katanya.

Monday, 13 October 2014

[Suara Alumni] Indra Atmaja

Konnichiwa minna san.... Kali ini Suara Alumni PBJ akan menghadirkan kesan dan pesan baru dari alumni. Semoga dengan adanya sub-label [Suara Alumni] ini dapat memberikan motivasi, pencerahan, ide, dan memberikan sudut pandang baru mengenai apa yang didapatkan di PBJ, apa yang bisa didapatkan ketika kuliah, apa yang harus dilakukan ketika masih berstatus mahasiswa, dan merancang dari jauh hari akan menjadi apa kalian di masa depan. Orang Inggris bilang, Experience is the best Teacher... nah belajar dari pengalaman orang juga adalah termasuk proses pembelajaran penting.

Untuk bintang Suara Alumni kali ini kita kali ini adalah :
Nama : Indra Atmaja
Angkatan : PBJ UNNES 
Hobby : Gaplok Drums, Cover song, 
Pekerjaan : Japanese Speaking Staff and Japanese Trainer @ NOK Indonesia

Kesan selama belajar di PBJ
Numpang curhat ya sensei, buat sharing sama teman2 juga, dulu waktu masih kuliah saya berpikir kalau nanti mencari pekerjaan yg tidak berhubungan dengan bahasa Jepang, karena saya merasa teman2 saya jauh lebih pandai berbahasa Jepang dari saya, saya mengikuti JLPT untuk N3 2kali dengan kurang sungguh2. Hasilnya sampai lulus saya belum lulus dan memegang sertifikat N3. Waktu dulu semasa kuliah, dikarenakan pikiran saya yang merasa sudah kalah duluan, dan juga tidak berminat berkarir di bidang yang membutuhkan kemampuan bahasa Jepang membuat saya lebih suka menghabiskan waktu untuk kegiatan diluar kemahasiswaan. Kuliah asal beres, asal absen, asal dapet nilai, asal lulus.. :) . Pada waktu itu memang semua itu terasa ideal... mungkin juga banyak kohai ataupun mahasiswa PBJ pada umumnya yang berpikiran sama seperti saya pada waktu itu. Kuliah gmana besok, kerja gmana nanti.... Tapi saya ingin bilang, sekali lagi saya bilang bahwa itu adalah pikiran yang salah. Semua orang memang memiliki jalan hidup masing2x, tetapi jalan hidup yang membawa saya seperti sekarang ini membuat sadar bahwa saya telah "sedikit" menyia-nyiakan masa-masa kuliah saya.

Kesan setelah lulus dari PBJ
Dari orang yang setengah hati belajar bahasa Jepang (padahal kuilah di Pendidikan Bahasa Jepang), Ternyata pada akhirnya saya diterima bekerja di perusahaan asing dan itu adalah perusahaan Jepang. Ternyata pada akhirnya ada rasa menyesal kenapa dulu waktu kuliah kurang bersungguh-sungguh. 

Di perusahaan jepang, karyawan yang masih muda tapi memiliki skill bahasa Jepang itu sungguh sangat dihargai oleh expatriat. Dan tenaga seperti itu amat sangat dibutuhkan. Akhirnya saya mulai belajar lagi minna san, semua buku waktu kuliah saya baca-baca lagi. Karna di perusahaan Jepang peluang sangat bagus untuk mengembangkan skill bahasa jepang dan kesempatan untuk pulang pergi ke Jepang sangat besar. Atasan tidak ragu2 untuk menunjuk karyawan yg masih muda yg memiliki skill bahasa Jepang untuk diikutsertakan meeting maupun training langsung ke Jepang. Saat ini saya sedang ditugaskan mengajar bahasa Jepang N5 pada karyawan2 perusahaan saya, karna perusahaan saya menginginkan banyak karyawan yg bs berbahasa Jepang. Sekedar pesan singkat buat adek2 yang masih menjalani pembelajaran di kampus, atau bahkan yg saat ini merasa malas2an atau tidak sungguh2, bisa diperbaiki sejak sekarang, totalitaskan dalam belajar. Trimakasih, hehe

Pesan buat para Kohai
Totalitaskan dalam belajar, karena kemampuan berbahasa Jepang itu "Ilmu Mahal". jangan sia-siakan umur hanya mengejar Gelar SPd atau sekedar IPK Cumlaude. Semoga tidak ada yang merasa seperti saya...
Jangan menunda-nunda.. Karena LATER tend to be NEVER

indra atmaja unnes

Tuesday, 10 December 2013

[Suara Alumni] Azimatunikmah Rizkyana

Konnichiwa minasan... Kali ini Suara Alumni PBJ mendapat kiriman surat baru dari Azimatunikmah Rizkyana (sumpah, admin aja pakek sistem ctrl+C lalu ctrl+V) karna namanya susah diingat/ditulis. Mba *yang namanya terlihat diatas.. sering dipanggil mba Zee untuk lebih mudahnya. Beliau asli Tégal, dan merupakan lulusan tercepat di angkatannya. Sudah mulai mengajar di SMA padahal waktu itu beliau masih berstatus mahasiswa.
Untuk lebih mengenal mba Zee, yu mari baca profil singkatnya dan kesan pesanya selama belajar di Pendidikan Bahasa Jepang UNNES.




Nama : Azimatunikmah Rizkyana (Zee)
Angkatan : PBJ UNNES 2008
Beasiswa : PPA dan Yayasan Salim Jakarta
Pekerjaan : Guru Bahasa Jepang di SMA N 1 Kramat

Kesan selama Belajar di PBJ UNNES

Assalamualaikum. J duh, saya bingung harus menulis apa ya di sini,karena saya tidak tau apa yang spesial dari saya,hehe. Saya seorang guru. Seperti umumnya  lulusan bergelar S.Pd yang lainnya. Mungkin bisa dibilang guru adalah profesi paling umum yang banyak dijalani para alumni PBJ unnes. Terdengar tak ada yang special dan tak ada tantangan. Namun saya pribadi mengalami banyak pengalaman sbg seorang guru dan saya ingin bercerita pengalaman saat kuliah sampai menjadi guru. Walaupun saat di SMA tidak ada pelajaran bahasa Jepang, tapi alhamdulillah tidak begitu mengalami masalah di perkuliahan (hanya awal-awal kuliah saja, terutama ni-shukan no program yang paling bikin stress,hehe) tapi saya tau, selama kuliah di UNNES saya sangat beruntung dan bersyukur mendapat pengajar seperti sensei-gata di UNNES ini. Serta mendapat teman-teman yang tidak pelit berbagi ilmu maupun pengalaman mereka. J hmm,curhat dikit dah.

Dulu, disaat saya sedang menyelesaiakan skripsi di semester 8, saya ingat saat itu bulan Mei, saya mendapat kabar dari salah satu guru di sekolah di daerah tempat saya tinggal, dimana sekolah itu akan membuka mapel mulok baru yaitu bahasa Asing. atas rekomendasi beberapa orang saat itu saya coba saja untuk mengirim lamaran kesana padahal saat itu saya belum lulus dan sedang mengerjakan bab 3 skripsi saya. Singkat cerita ternyata diterima, padahal bahasa Asing yang diinginkan sekolah itu sebenarnya adalah bhs Arab atau Perancis. tp karena lamaran yang masuk adalah bahasa Jepang, jadi diputuskan bahasa asing yang dipilih adlh bahasa Jepang. Saat itu juga mendapat SK mengajar dan harus mulai mengajar bulan Juli  (taun ajaran baru dimulai) dengan beban mengajar 13 kelas (26 jam/minggu). sejak saat itu saya langsung berfikir bagaimanapun caranya, saya harus lulus segera. (mungkin kalo bukan gara2 ini, dan dosbing yang luar biasa, saya ga cepet lulus,hehe).  Pengalaman saya diawal, perjuangan mengajar anak-anak yang masih ‘ogah2an’ bljr bahasa jepang karena masih menganggap bahwa bahasa jepang adlh ‘bahasa penjajah’ dan tidak penting, ditambah ‘nikmat’nya persiapan untuk ujian skripsi saat itu jadi pengalaman yg cukup melelahkan sekaligus ‘menyenangkan’. :D Alhamdulillah bulan agustus lulus.

Setelah lulus saya sempat berfikir untuk tidak melanjutkan menjadi guru, impian saya awalnya ingin jadi penerjemah. apalagi semua orang tau bahwa gaji guru honorer memang tidak tinggi. dan menjadi guru tidak membuat kemampuan bahasa Jepang saya berkembang. Tapi lama-lama saya enjoy menjalaninya. Kata orang si saya menemukan passion dalam mengajar,hehe.  Melihat siswa dari yang sulitnya  mengucapkan Ohayo gozaimasu, sampai sekarang sudah bisa bercerita tentang keluarganya sendiri panjang lebar, ada yang hafal semua kana, bahkan mereka lebih tau negara Jepang daripada saya, entah kenapa rasanya seneng banget. J salah satu teman pernah bilang, “the things that you should use as your title : S.Pd is, ‘teaching by heart’ not ‘teaching by money’” saya sadar masih jauuuhh bgt untuk jadi guru yang baik, tapi saya sedang dan akan selalu berusaha untuk itu. J apakah saya akan jadi guru seterusnya? Saya belum tau. Tapi saat ini saya tetap berusaha fokus dan serius dengan apa yang saya kerjakan. Untuk kemampuan bhs jepang sy mencoba terus mengasah kemampuan dengan menjadi freelance translator, selain belajar juga dapet honor lumayan. :D


Pesan buat Kohai dan pembaca sekalian


Udah cukup segitu dah, banyak bgt ya, hehe. Hmm..Apa ya pesannya? Sama si kaya yang lain, kohai atau siapapun yang membaca ini, carilah pengalaman sebanyak2nya, Benar apa yang dibilang sensei-gata, Bahasa Jepang UNNES tidak harus jadi guru. Ambil kesempatan yang ada dan yakinlah bahwa kemampuan kita tidak kalah dengan yang lain, sudah banyak lulusan yang membuktikannya. :D tapi jika kalian memang memiliki passion dan berkeinginan dalam mengajar, why not? Siapa tau jadi dosen kaya sensei2 kita ya. Intinya si, Selama itu positif, yang perlu kita lakukan hanya fokus dan serius pada apa yang sedang kita kerjakan. Hehe J
Maaf atas kesalahan saya yaa,sensei. Teman2.  いろいろ、ありがとうございあした。これからも,よろしくお願いします。^^



Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

[Suara Alumni] Purwanti

KonbanwaWah hari ini kebanjiran surat curhat ya. Banyak yang masuk untuk menunjukkan eksistensi dan kepeduliannya kepada Almamater tercinta. Kali ini Suara Alumni PBJ menampilkan profil dan kesan2x dari Purwanti (2008) atau yang lebih dikenal dengan Mba Pur.. Mba Pur ini walaupun terlihat pendiam tapi seperti air tenang menghanyutkan loh minasan ibaratnya seperti  Gadis berbulu Marmut, luarnya Sadis dalemnya imut (lahh maksa). Beliau aktif dikegiatan2x ASAHI, UKKI, dan KAP. Pernah menjadi
Finalis International Essay Japan Return Program tahun 2011, lalu
Juara II Karya Ilmiah LING ART Scientific Day tingkat FBS tahun 2010, dan berbagai kompetisi lain. Untuk lebih mengenalnya yu kita lihat profilnya.

Nama : Purwanti
Angkatan : PBJ UNNES class of 2008
Organisasi : ASAHI, UKKI, KAP
Beasiswa (semasa kuliah ) : PPA dan Yayasan Pendidikan Salim
Kompetisi :

1. Peserta Japanese Speech Contest se-Jateng DIY at UGM tahun 2010
2. Juara harapan II Japanese Speech Contest se-Jateng DIY at UNNES tahun 2012
3. Japanese Short Story Writing Competition FBS 
4. Peserta Japanese Retelling Story (chukyuu Level) UNNES 2011
5. Juara II Role Play Bahasa Jepang tingkat Universitas Se-Jateng tahun 2011
6. Juara II Karya Ilmiah LING ART Scientific Day tingkat FBS tahun 2010 (Judul karyanya “Permen Pare sebagai Alternatif Jajanan Kesehatan”)
7. Finalis International Essay Japan Return Program tahun 2011 

Pekerjaan : Staff pengajar UPT Bahasa Unsoed dan pengajar TPQ Baitunnur




Kesan selama Kuliah di PBJ


Kesannya subhannallah sekali...pokoknya gak nyesel masuk Unnes dah, disini  banyak yg tadinya mati jadi hidup yg tadinya diam jadi bergerak. Disini menemukan kekeluargaan yg melekat, kepedulian yang tak terlupakan, kebersamaan yang takkan mungkin terhapuskan dan pengalaman yang alhamdulillah mengisi kehidupan.
            Saya termasuk orang yang minderan dan pemalu meski terkadang malu2in, gak kadang2 lagi sih,,tapi sering malu2in. Tapi disini saya menemukan arti apa itu persaingan sehat, apa arti semangat, apa arti unjuk gigi (emang si gigi saya besar gapapa dah dtunjukin dikit). Iya..saya termasuk orang yang dulunya paling MALAS mengikuti Kompetisi karena takut kalah dan takut malu2in, tapi berkat semangat dari para sensei yang bener-bener memberikan dorongan untuk mengikuti kompetisi (sampai ada yang meneteskan air mata saat itu jadi hati saya sedikit terbuka) dan dari sahabat-sahabat yang setiap ada kompetisi pasti daftarin diri, jadi saya merasa kalau saya tidak ikut mendaftarkan diri saya malu.
Di jurusan kita ini bener-bener merasakan hangatnya kekeluargaan dan kebersamaan, pernah dulu sewaktu masih jadi mahasiswa kami satu angkatan KKL ke Jakarta, dan sepanjang perjalanan ada salah satu kawan kami yang sakit lumayan menegangkan sakitnya. Tapi sensei membuat kami kagum karena selain perannya sebagai pendidik, disini kami melihat sebagai sosok Ibu yang super baiknya merawat kawan kami yang sakit, bener-bener tak terlupakan kebaikan sensei-sensei semua. Begitulah ceritanya kenapa saya katakan kekeluargaan yang melekat, kepedulian yang tak terlupakan, kebersamaan yang takkan mungkin terhapuskan dan pengalaman yang alhamdulillah mengisi kehidupan.
Terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk Dosen-dosen yang tak pernah lelah mengajari kami, tak pernah bosan memotivasi meski kami ndableg, membuka mata kami semua untuk bisa lebih maju,  membuat kami supaya lebih berisi (meski badan saya tak berisi). Tanpa sensei-sensei semua kami adalah selembar kertas tanpa tulisan, tanpa warna tanpa makna (kertas yang abu-abu, putih enggak hitam juga enggak karena tak tahu arah tapi ini menjadi kertas yang berwarna yang indah karena sensei semua) . Doa saya semoga semua sensei senantiasa Allah beri kesehatan, kebarokahan, Kebahagiaan dan selalu dalam LindunganNYa, dilancarkan segala urusannya, terwujud segala keinginannya. Terimakasih sensei.



Pesan untuk pemirsah (kohai dan pembaca yang budi eman)


Teruntuk adik-adikku, kesempatan kalian begitu luas ayo jangan pernah takut untuk mencoba karena rasa takut adalah musuh yang bahaya buat diri. Mencoba bergerak menjadi lebih baik dan berguna, mencoba bahagiakan yang ada disekeliling kita, tunjukan kalau kita ini bukan manusia yang biasa-biasa saja, tapi tunjukanlah kalau kita ini memang manusia BIASA yang menjadi BIASA BISA. Teringat kata-kata sensei “Dekiru to omottara kitto dekiru hazu da!”, artinya cari sendiri ya.he
Senpai memang bukan termasuk yang berprestasi, senpai hanya ingin membagi cerita bagaimana senpai dulu sebagai orang yang sangat amat minderan berani mencoba beberapa kompetisi meski kerap kali kalah, tapi percayalah kita tetap menjadi juara, juara dari mereka yang tak pernah mau mencoba dan itu membuat senyum lega. Doakan juga semoga saya juga berani mencoba kesempatan-kesempatan lain yang sejujurnya saya merasa ketinggalan dari yang lain  untuk berjuang, dan buat adik-adik saya doakan semoga adik-adik termasuk JUARA dari mereka yang tak mau mencoba dan JUARA dari para JUARA yang berani mencoba. Aamiin J
Ganbarimashou!!! Keep smile
J (kaya YKS aja)


Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

[Suara Alumni] Oky Laksmana Hanggar Kusuma

Hallo Minasan, selamat malam (pada saat artikel ini di tulis) . Kali ini Suara Alumni PBJ menghadirkan figur cowo pertama yang mengirimkan curhat kesan dan pesannya. Cowok cool bin keren yang konon dulu emaknya ngidam makan kacang panjang di kereta ini bernama Oky Laksmana Hanggar Kusuma (panjang kan kaya kereta). Ya beliau adalah alumni PBJ angkatan 2008. Kelebihan beliau adalah determinasi dan keinginannya untuk maju, cita2xnya adalah "Pergi Ke Jepang" (klise ya) untuk belajar (nah ini luar biasa). Cowok yang ga gengsian ini sekarang sedang menyusun puzzle mimpinya untuk ke Jepang. Yu simak profil singkat dan kesan pesannya buat viewer PBJ.

Nama : Oky Laksmana Hanggar Kusuma
Angkatan : PBJ UNNS 2008

Kompetisi :
1. Kanji Cup 2008

2. Japanese Speech Contest (Yogyakarta)
3. Japanese Short Story Competition
PS : Katanya sih, walau ga pernah juara 1, tapi lumayan mejeng di CV.
Pekerjaan : Company Interpreter @ AISIN Indonesia

Kesan Selama di PBJ


Waktu kuliah alhamdulillah ane dipertemukan dengan teman2 yang sangat baik bin ga ada yang sombong sama sekali. Apalagi ane ketemu sama temen2 yang agak nyeleneh atau bisa dikatakan mengo dalam bahasa Jawa. Tapi semuanya selalu baik dan enak d ajak belajar bahasa Jepang. Lingkungan pertemanan itulah salah satunya yang mendukung ane selama kuliah. 

Utamanya pastilah dari sensei-sensei yang mengajar dengan karakter masing masing dan kombinasi tiap karakter tersebut menjadi pelengkap antara satu dengan yang lain.
Terimakasih buat sensei semua yang sudah mengajar, membimbing dan menempa ane selama bertahun tahun dengan sabar,,hehe (karena kalo yang tau ane emang anaknya kesannya urakan, bandel, semaunya sendiri dan volume suaranya kenceng)
Dan akhirnya bisa lulus juga.... (walo telat hehehe)

Selama kuliah banyak pengalaman yang seru, menegangkan, menyenangkan menyebalkan dan masih banyak lagi.
Dari yang tidur di selasar kereta ekonomi buat ikutan kanji cup, ujan2nan selama pulang pergi buat ikutan speech contest, jalan-jalan sama orang jepang, sampe gagal berangkat ke Jepang juga udah pernah... Tapi hal tersebut belum pernah menyurutkan semangat ane dalam belajar bahasa Jepang. 


Pesan buat Kohai dan Viewer 

Sebenarnya belum pantes kasih saran buat yang lain karena masih banyak yang bahasa Jepang dan prestasi-prestasinya sudah tingkat dewa-dewi. Kalo ane Cuma bahasa jepang tingkat RT mungkin.hehehehe

Ini sekedar sharing aja tentang pekerjaan ane sekarang,,,
alhamdulillah sekarang ane bekerja sbg interpreter (walo msh newbie) d salah satu perusahaan d cikarang. Namanya PT AISIN yang msh termasuk dari astra group... nihonjin di sini sekitar 20an sebagai advisor dan itu belum termasuk kalau ada tamu/customer dari perusahaan lain. Di sini kerjaannya nerjemahin kalo orang jepang ngomong n kadang d minta buat nerjemahin kalo ad mesin atau project baru..

Biasanya ikut ke gemba kalau pas dipanggil, ikut asakai (semacam meeting/briefing pagi), dan menerjemahkan tentang jadwal dan rencana-rencana perusahaan.
dlu ane nglamar lewat jobstreet,, trs waktu interview ada beberapa saingan . Ada beberapa anak unpaj n anak binus juga (univ2 terkenal lah),,pas kepo nanya2 ke mereka c rata2 udah pada lulus n2 gan,,sebenernya sempet minder duluan karena ane cuman lulusan n3. 

Tp pas interview dengan shachou dengan penuh kejujuran ane bilang kalo kosakata tentang sparepart mesin dsb belum menguasai, dan ane mau belajar d sini,,dan ternyata  temen2 dr univ lain yang ngelamar td enggak keterima. Dan alhamdulillah ane keterima. 

Intinya gni gan perusahaan ga butuh orang yang pinter tapi cuma stag d level tsb,,tapi mereka lebih butuh orang yang mau belajar dan terus belajar. Setelah ane baca-baca referensi ternyata memang demikian. Perusahaan akan berkembang bila karyawannya adalah orang yang mau belajar dan terus belajar. Itu berlaku untuk semua karyawan termasuk kalo udah jadi manager atau jabatan apapun.
 buat para agan dan aganwati kohai yang msh belajar bahasa jepang harus tetep semangat...karena ga bakal nyesel belajar bahasa jepang,,

 hidup adalah proses, hidup adalah belajar,
tanpa batas umur, tanpa ada kata tua,
jatuh berdiri lagi, kalah coba lagi, gagal bangkit lagi
七転(ななころ)八起(やお)き。
never give up sampe Tuhan berkata  “waktunya pulang”




Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Monday, 9 December 2013

[Suara Alumni] Dyah Asih Pramawitha

 Hallo  Minasan, apa kabar? suara alumni kali ini akan menampilkan curahan hati dari Dyah Asih, alumni Pendidikan Bahasa Jepang UNNES tahun 2008. Gadis manis asal Kendal berdarah Bali yang cinta keluarga ini terkenal gemar mengikuti berbagai kegiatan kompetisi selama kuliah, walaupun tidak selalu berhasil meraih Juara, namun dia berpendapat bahwa hal itu akan membantunya kelak nanti setelah lulus dan kembali ke masyarakat.
Untuk lebih mengenalnya yuk kita lihat profilnya dan sedikit artikel curhatnya ^^

Nama : DYAH ASIH PRAMAWITHA
Angkatan : Pendidikan Bahasa Jepang UNNES 2008
Organisasi Kemahasiswaan : HIMPRO BSA dan ASAHI
Beasiswa : PPA dan JENESYS Program (Japan Foundation)
Kompetisi yang pernah di ikuti : (banyak sekali, diantaranya adalah)
1. Kanji Cup 2009
2. Japanese Short Story Writing Competition FBS
3. Juara 2 Japanese Retelling Story (chukyuu Level) UNNES 2011
4. Juara harapan 2 Japanese Speech Contest at Semarang State University 2011
5. Jenesys Programme from Japan Foundation (6 Minggu di Jepang)

Pekerjaan : Sekretaris di JICA-Support Programme for Reform of Indonesian National Police (based Cikarang)

Kesan


Apabila dulu ditanya, kenapa memilih kuliah di Unnes? Ga tau, teman-teman saya kebanyakan memilih Unnes karena biayanya yang murah katanya (memang betul banget). Dan, kenapa memilih jurusan bahasa Jepang? Ga tau juga. Terpilih gitu aja setelah pilihan pertama bahasa Inggris yang Alhamdulillah-nya gagal (menerima nasib). Takdir Tuhan memang tidak pernah salah, Tuhan mengijinkan saya merasakan indahnya kehidupan perkuliahan di Prodi Bahasa Jepang Unnes, dan sama sekali saya tidak pernah menyesalinya.
Terima kasih kepada Dosen-Dosen hebat Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes, sudah memberikan ilmunya dengan penjelasan yang sangat menyenangkan dan ‘memikat’. Mudah dipahami karena semua Dosen nya memiliki kualitas yang sangat baik sebagai Dosen. Selain itu, Dosen-Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang berbeda dengan Dosen di kampus lain, mereka akan mengenal secara personal diri kita, memberikan perhatian yang luar biasa, dengan memonitoring perkembangan pelajaran yang kita terima, dan tentu saja, membiarkan kita dekat dan berhubungan seperti layaknya orang tua sendiri. Maksud saya disini, pembelajaran yang terjadi di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, tidak hanya kuliah formalitas sebatas mengajar dan selesai, namun ditengah-tengah hal tersebut banyak sekali interaksi hangat antara dosen dan mahasiswanya, yang pastinya sangat mempengaruhi perkembangan kami sebagai mahasiswa, baik perkembangan dari segi ilmu yang kami peroleh, juga perkembangan kepribadian kami. Hal ini seperti perbedaan antara anak yang terpenuhi kebutuhan pembelajaran dan perhatiannya, dengan anak yang hanya menerima pembelajaran saja. Tentu saja ini hal seperti ini adalah hal yang sangat penting bagi kami.
Berkat Dosen yang hebat dan penjelasan yang memikat, saya yang notabene dulu belum suka bahasa Jepang benar-benar merasa dibuat ga mau meninggalakan bahasa Jepang, semua berkat Dosen-Dosennya. Senseigata, ima made arigatougozaimashita. Bimbingan lomba-lomba, latihan menjelang ujian monbusho, dan bimbingan lainnya diluar jam pelajaran, bahkan saat hari libur, semuanya masih membekas diingatan saya. Sensei, sebegitunya perhatian Engkau kepada kami-kami ini makotoni arigatou gozaimashita. Hal ini yang membuat saya tersentuh dan bersyukur pada Tuhan sudah diseret ke kehidupan perkuliahan yang manis ini, dan terima kasih sudah menjadi orang tua kedua bagi kita, Senseigata. Semoga Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes makin hebat dan berkualitas segalanya, fasilitas yang komplit, dan makin solid kekeluargaannya, terakhir, semoga Sensei semuanya diberikan kesehatan selalu.

Pesan
Untuk para kohai, jangan pernah ragu untuk mengambil semua kesempatan pada waktu kuliah. Rajin-rajinlah mengikuti kegiatan yang diadakan di kampus, baik itu perlombaan, seminar, ataupun di kepanitiaan acara yang mungkin terlihat sepele tapi akan sangat berguna ketika kita sudah lulus nanti. Seperti yang sudah diceritakan, saya sering mengikuti segala macam perlombaan di kampus, dan memang tidak selalu menjadi juara. Namun saya tidak menyerah, akhirnya saya mendapatkan yang bisa dibilang berkah luar biasa, yaitu ke Jepang selama 6 Minggu dari program JENESYS Japan Foundation. Pergi ke jepang? gratis? sambi kuliah? Inshaa Allah bisa, semua pasti bisa, dan jangan menyerah.
Satu cerita motivasi saya lagi, saya saat ini bekerja di Lembaga Jepang yaitu JICA, dan saya Alhamdulillah kemarin mendapatkan beasiswa Monbukagakusho D-2 untuk jurusan Gizi dan Makanan (Food and Hygiene). Untuk terakhir kali, ambilah semua kesempatan yang tersedia, jangan dulu menyerah sebelum bertanding. Sayapun sempat menyerah, melihat calon saingan saya yang wah luar biasa kualifikasinya diatas saya, namun saya percaya, kita berusaha secara maksimal, hasil akhir serahkan ke Allah... Inshaa Allah yang terjadi adalah jalan terbaik buat kit. aamiin...
ganbarimashou !!!


  
Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Monday, 2 December 2013

[Suara Alumni] Iin Suhartini

 Suara Alumni kali ini menampilkan testimoni yang dibuat oleh salah satu alumni Pendidikan Bahasa Jepang UNNES angkatan 2008, ingin lebih mengenal mbak yang satu ini? yu mari kita lihat profilnya


Nama : IIN SUHARTINI
Angkatan : 2008
Organisasi Kemahasiswaan : ASAHI
Beasiswa : PPA dan BI




Kompetisi yang pernah diikuti :

1.      International essay contest for young people, 2011
2.      LCC bahasa Jepang, tingkat Universitas, 2010
3.      Kanji Cup-8, 2010 

Pekerjaan : Japanese Administration Staff for JICA-Support Programme for Reform of Indonesian National Police (based in Polrestabes Bekasi)

Kesan
Pertama saya mengucap syukur pada Alloh yang selalu memberikan kemudahan dan kelancaran dalam kehidupan saya, kepada Orang tua yang selalu mendukung, pada dosen-dosen yang selalu memotivasi dan selalu mengulurkan tangannya untuk mahasiswanya yang jatuh untuk bisa bangkit lagi, dan teman2xku seperjuangan yang selama ini merasakan suka duka selama kuliah di prodi pend. Bahasa jepang.
Masa kuliah saya di Pendidikan Bahasa Jepang UNNES sangatlah berkesan, banyak ilmu dan manfaat yang saya dapatkan baik dari para sensei, senpai maupun kohai selama saya kuliah di PBJ. Semasa kuliah saya sangat suka dengan mata kuliah Kaiwa, yang kebetulan sangat cocok dan diperlukan dalam pekerjaan saya sekarang. Semasa kuliah saya juga gemar mengaplikasikan kemampuan bahasa jepang yang saya miliki seperti mengajar privat orang Jepang dan sedikit sedikit mengambil pekerjaan Freelance Translator. Ya walaupun tidak seberapa tetapi itu dapat meningkatkan kemampuan bahasa Jepang saya sekaligus mengisi kantong buat sangu kuliah.


Pesan
Saya bingung sebenarnya mao berpesan apa, tapi ada baiknya saya ceritakan saja perjalanan saya setelah lulus hingga terdampar di kota Bekasi ini.Sekarang saya bekerja di JICA (Japan International Cooperation Agency) Lembaga Donor divisi Bantuan Kepolisian jepang untuk POLRI. Awal mula saya bisa diterima di JICA, saya mencoba untuk sedikit keluar dari jalur saya sebagai calon seorang pendidik, saya yang saat itu masih galau setelah lulus mau kemana, saya ambil kesempatan dan meluncur ke Bekasi untuk interview, minasan juga apabila ada kesempatan di depan mata, meskipun kita belum tahu hasilnya bagaimana, tidak ada salahnya untuk mencobanya, untuk hasilnya, yang penting kita sudah berusaha dan berdoa, insyaAlloh selalu ada jalan untuk orang yang mau berusaha dan berdoa, jadi teman2x semangaat untuk masa depan, aku pun berdoa semoga teman2x semua sukses, Aamiin XD 

Awal bekerja, pasti wajar apabila kita belum terbiasa dengan suasana kerja dan pekerjaan yang kita lakukan, tapi insyaAlloh dengan berjalannya waktu, dengan ketekunan dan kegigihan kita lama kelamaan kita bisa menguasai bidang yang kita kerjakan. Di JICA, saya bekerja di bagian administrasi yang tidak jauh dari urusan hitung menghitung, namun terkadang saya harus berkomunikasi dengan Bos (Orang Jepang) yang tidak bisa bahasa Indonesia, dengan bahasa jepang saya yang pas2xan, saya berusaha untuk berkomunikasi untuk menyampaikan suatu informasi, dari situ orang Jepang benar-benar menghargai usaha kita untuk berkomunikasi dengan mereka. Dan mereka sangat menyukai orang2x yang mau belajar. Seperti yang banyak dibicarakan, memang setiap perusahaan mempunyai kriteria dalam pemilihan karyawan, Namun ada 1 hal yang penting bisa disiapkan minasan ketika nanti interview dalam perusahaan, Yaitu mempunyai niat untuk terus belajar. Kata HRD yang saya kenal, pintar hanya salah satu dari beberapa kriteria, yang paling mendominasi adalah semangat untuk mempelajari hal baru dan ketekunan dalam bekerja. Minasan, ganbarimashou. .

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang