Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts

Tuesday, 14 March 2017

PENDAFTARAN JLPT 2017 "FIRST COME, FIRST SERVED"



Pelaksanaan ujian pada hari Minggu, 2 Juli 2017. Pendaftaran ujian Senin, 13 MARET 2017 hingga Kuota terpenuhi (maksimal s.d tanggal 26 Maret 2017). Pada JLPT bulan Juli 2017, telah ditentukan kuota pendaftar ujian untuk setiap wilayah ujian di Indonesia. Jika kuota sudah terpenuhi, pendaftaran akan ditutup secara otomatis oleh system, meskipun waktu pendaftaran masih ada.
Daftar Panitia JLPT bulan Juli 2017 :
1. Jakarta, Panitia: PERSADA Telp: 021-8647373 (hunting), e-mail: jlpt.persada.jkt@gmail.com
2. Surabaya, Panitia: Univ. Negeri Surabaya Telp: 031-7532809 / 0856-48806648, e-mail: bahasajepang@unesa.ac.id
3. Malang, Panitia: Univ. Brawijaya Telp: 0812-16540646, e-mail: jlpt.malang@gmail.com
4. Semarang, Panitia: Univ. Diponegoro &
Univ. Dian Nuswantoro Telp: 024-76480619 /
024-3560582, e-mail: jlptjateng@gmail.com
URL untuk Pendaftaran Online JLPT di Indonesia :
http://jlptonline.or.id 

LANGKAH PENDAFTARAN ONLINE :
STEP 1: Mengisi seluruh informasi calon peserta ujian yang diminta. Apabila semua data yang ditulis sudah dikonfirmasi, silakan klik tombol “CONFIRM”
STEP 2: Melakukan Pembayaran lewat bank (ATM dll) (Informasi biaya ujian tercantum pada URL JLPT Online)
STEP 3: Meng-Upload Bukti transfer (seperti slip ATM) dan Pasfoto calon peserta ujian pada “My Page” (yang diinformasikan oleh system setelah Anda selesai melakukan STEP 1)
Sebelum diup-load, lembar bukti transfer harap dicantumkan/dituliskan Nama Peserta, Tanggal Lahir Peserta dan Level Ujian yang diambil
PERHATIAN :
1) Pendaftaran Ujian Anda akan dianggap sudah lengkap jika Anda sudah selesai melakukan seluruh STEP (1,2,3).
2) Jika dalam 48 jam setelah melakukan STEP 1, Anda tidak melakukan STEP 2 dan STEP 3, maka secara otomatis system akan membatalkan STEP 1 Anda.
3) Anda dapat mengulang STEP 1 kembali, namun dengan catatan jika Kuota masih tersedia.
Setelah semua STEP selesai dilaksanakan dengan lengkap, selanjutnya adalah sebagai berikut :
1) Pendaftaran Anda akan dianggap lengkap, dan Panitia Ujian di kota tempat Anda mendaftarkan diri akan memberikan konfirmasinya.
2) Anda tidak dapat mengubah lokasi dan level ujian setelah menyeleaikan pendaftaran.
3) Biaya Ujian tidak dapat dikembalikan.
4) Lokasi ujian dan waktu ujian untuk masing-masing level akan diberitahukan lewat website masing-masing Panitia Ujian.
5) Anda akan mendapat Nomor Ujian dan Kartu Ujian yang dapat dilihat secara online dalam bulan Juni 2017.
6) Kartu Ujian harus diprint-out (berwarna) oleh masing-masing peserta, dan dibawa serta saat mengikuti JLPT pada tanggal 2 Juli 2017 beserta Kartu Identitas Diri (asli) yang mencantumkan foto diri, seperti KTP, Paspor, SIM, atau kartu identitas resmi lainnya.
Jika ada pertanyaan tentang print out, silakan menghubungi Panitia Ujian di kota tempat Anda akan mengikuti ujian.
7) Kartu Ujian dan Kartu ID harus diperlihatkan kepada Pengawas Ujian pada saat memasuki ruang ujian. Anda tidak akan diijinkan untuk mengikuti ujian apabila Anda tidak membawa Kartu Ujian dan Kartu ID yang mencantumkan foto.
Pengumuman hasil ujian secara online :
Hasil ujian tersedia dalam situs JLPT :http://www.jlpt.jp/e/ pada awal September 2017.
Untuk memeriksa hasil ujian Anda, akan diperlukan nomor ujian dan password Anda. Oleh karena itu, pastikan Kartu Ujian Anda disimpan dengan baik.
Harap dicatat bahwa Anda tidak akan dapat memeriksa hasil ujian Anda secara online, jika Anda tidak menuliskan secara benar nomor password 8-digit yang Anda tulis saat melakukan STEP 1.
KONTAK :
Jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan terkait pendaftaran online ini, harap menghubungi Pantia Ujian di Kota tempat Anda akan mengikuti JLPT (lihat Daftar Panitia JLPT tersebut di atas).

(Informasi dalam halaman ini disunting dari page resmi  The Japan Foundation )


Pendaftaran Online JLPT 2017

Pendaftaran Online JLPT 2017

Thursday, 24 April 2014

きぬころもの物語

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang


Terjemahan tentang dongeng Putri Selendang Sutra yang saya baca waktu kecil. 
Ai Sumirah Setiawati



とんと昔あったと。
昔々、あるところに年寄りの女の人に優しくてきれいな娘がいました。優しいお嬢さんと呼ばれていました。やさしいお嬢さんは毎日きぬの布を織って近くの市場で売っていました。
ある日、やさしいお嬢さんは近くの丘に行きました。そして、きれいな景色を描いてきました。その絵で描かれたきれいな景色はきぬのころもの模様になりました。とてもきれいなころもができました。やさしいお嬢さんはそのころもをとても気に入ったので、普段と違って市場で売りませんでした。
ある夕方のことでした。やさしいお嬢さんは気に入ったころもを巻いて丘へ遊びに行きました。
彼女は丘で歌を歌ったりきれいな喋喋と一緒に踊ったりしました。すると、強い風が吹き出しました。風はとても強くて、やさしいお嬢さんのころもを遠いところまで飛ばしました。
やさしいお嬢さんはとても悲しくて悲しくて泣きながらうちへ帰りました。事情を聞いたお母さんは「もう一枚を織ってみたら、きっともっときれいなころもができますよ」と励ましました。
やさしいお嬢さんはお母さんが言ったとおりに新しいころもを何枚も織ってみましたが、風に飛ばされたころものようにきれいじゃありませんでした。
そんなある日、ある王子様と女王様が乗っていた馬車が空を飛んでいました。突然風が強く吹き出しました。そうすると、とてもきれいなきぬのころもが王子様の頭に飛んできました。
王子様は飛んできたころもを手にして女王様に見せながら
「お母さま、こんなきれいなころもが飛んできました。いったいだれのころもなのでしょうか。」と言いました。
「本当にきれいなころもですね、お城に帰ったらすぐ全国に知らせましょう。」と女王様は答えました。
女王様からのお知らせはやさしいお嬢さんの耳にも入ってきました。やさしいお嬢さんはとてもうれしく思いました。そして、とても気に入っていたころもをもらいにかわいがっている子猫と子犬と一緒に都へ旅立ちました。
お城でした。
「このきぬのころもを織ったのはあなたですか。」と王子様は言いました。
「はい、そうです。」とやさしいお嬢さんが言いますと。
「王子様、あんなうそばかりついている女は信じていないでください。」と突然やって来たあるお嬢さんが言いました。そのお嬢さんはえくぼお嬢さんでした。
「実はそのころもはわたしのです。」と続けて言いました。
王子様は大変困っているので、二人のお嬢さんに言いました。「このころもの持ち主が二人いますので、誰が本当の持ち主か明日決めることにします。」
やさしいお嬢さんはがっかりしてお城を出て、近くの宿に泊まりました。
あくる日、約束どおり二人のお嬢さんは御殿に来ました。王子様の前にはきぬころもと火にかけた土のなべが置いてありました。
みんなそろうと、王子様は「最後に聞きますが、このころもを織ったのは誰か正直に教えてください。」と言いました。そうすると、優しいお嬢さんとえくぼお嬢さんは「わたしです。」と同時に答えました。
「こまったな。えくぼお嬢さん、もしこのころもが焼かれたらあなたはどう思うのですか。」と王子様はえくぼお嬢さんに聞きました。
「私には問題ありません。あんな悪女の手には絶対渡してほしくないのです。」とえくぼお嬢さんは答えました。
そして、王子様はやさしいお嬢さんにも同じ質問をしました。
「王子様、どうか焼かないでください。もし私にも王子様のように軍隊があったら、そのころもを奪うために彼らを連れて死ぬまで戦いに行きます。」とやさしいお嬢さんは泣く泣く言いました。
やさしいお嬢さんの答えを聞くと、王子様はころも野持ち主は優しいお嬢さんに違いないと思いました。きぬころもを織った人は自分の大事なころもをぜったい人に焼かせたりしません。
王子様はころもの持ち主を優しいおじょうさんに決定しました。そして、えくぼお嬢さんに自分がうそをついたのを自白させました。自白したえくぼお嬢さんは牢屋に入れられました。
王子様は優しいお嬢さんと結婚して、幸せに暮らしましたとさ。
昔こっぽり、てんぽろりん。

Friday, 7 February 2014

Oleh-oleh Omiyagebanashi: Kegiatan Teacher Training di I-Seifu Osaka Jepang 25-31 Januari 2014

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang




Ai Sumirah Setiawati


Kegiatan Teacher Training ini diselenggarakan bagi guru-guru bahasa Jepang dengan tujuan untuk mengetahui berbagai informasi tentang sekolah di Jepang terutama dengan biaya sendiri. Selain itu, bagi guru-guru yang belum pernah pergi ke Jepang, program ini bisa juga dijadikan sarana untuk belajar budaya dan kehidupan masyarakat Jepang. Saya mengikuti program ini karena akhir-akhir ini ada minat dari mahasiswa lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang untuk belajar bahasa Jepang dengan biaya sendiri di Jepang. Bahkan sudah ada beberapa lulusan yang sekarang berada di Jepang dengan program biaya sendiri sambil arubaito.
Program ini berlangsung selama satu minggu dari tanggal 25 sampai 31 Januari 2014.Seperti tertera pada jadwal, kami berangkat pagi dari Jakarta dan tiba di Jepang Sabtu tengah malam, tapi sampai di tempat penginapan kira-kira jam 2 pagi Minggu 26 Januari 2014. Setelah istirahat, minggu pagi kami diajak jalan-jalan ke Nara. Di Nara kami mengunjungi Kashihara Jin’gu. Kashihara Jin’gu merupakan kuil yang dibangun pada tahun 1890 Masehi untuk kaisar pertama Jepang. Di kuil ini kami mendapatkan kehormatan untuk mengikuti upacara semacam pemberkatan. Upacara ini diakhiri dengan upacara minum sake (arak Jepang). Karena semua peserta program ini muslim semua, kami hanya pura-pura minum.

Kashihara Jin'gu dengan halam pasir yang ditata rapi


Jalan masuk menuju Kashihara Jin'gu             
Minum sake

Setelah mengunjungi Kashihara Jin’gu dan puas berfoto, perjalanan kami lanjutkan ke Horyuji. Horyuji merupakan salah satu candi Budha yang dibangun oleh pangeran Shotoku sekitar 1300 tahun yang lalu. Di sini kami hanya melihat-lihat peninggalan-peninggalan Budha yang diperkenalkan oleh pangeran Shotoku ke Jepang.





Setelah mengelilingi lokasi Horyuji dan membeli beberapa souvenir kami melanjutkan perjalanan menuju tempat makan siang yaitu salah satu restoran kaitenzushi (restoran sushi berputar). Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami, bahkan saya yang sudah pernah ke Jepang dua kali, makan di tempat khas seperti ini.
          

    
Semua makanan berputar, kita tinggal mengambil apa yang kita inginkan. Kalau tidak ada di situ kita juga bisa memesan dengan menekan tombol pada papan digital khusus untuk pemesanan



    



Setelah makan lalu kami diperkenalkan pada sebuah komplek perumahan tua bernama Kota Imai yang ada di sekitar Nara. Di komplek perumahan ini masih berdiri kokoh sekitar 500 buah bangunan tua peninggalan awal jaman Edo.

 







            
Mengunjungi komplek kota Imai sebetulnya tidak ada dalam jadwal kegiatan tapi kepala sekolah I-Seifu berbaik hati mengajak kami berkenalan dengan situs peninggalan bersejarah yang menjadi national heritage-nya Jepang ini. Dari lokasi ini kami bergerak menuju sebuah restoran yang sudah dipesan oleh pihak Seifu. Di sana guru-gur dan staf I-Seifu sudah menunggu. Di sana kami mengikuti acara penyambutan dan pembukaan program teacher training ini. Acara dimulai dengan kanpai (mengacungkan gelas) bersama.

 
Indonesia-Jepang semoga selalu terjalin kerjasama dan persaudaraan yang hangat
Kami semua melakukan "kanpai" sebagai tanda acara penyambutan dan pembukaan kegiatan kenshu dimulai


Setelah selesai makan dan bercakap-cakap dan cukup mengakrabkan diri satu sama lain, kami pun pulang ke hostel.
Keesokan harinya, Senin 27 Januari 2014, setelah makan pagi bersama dengan kepala sekolah di hostel kami berangkat menuju SMP/SMA Seifu Gakuin. Di sana kami ikut menyaksikan apel pagi. Pada kegiatan apel pagi ini para siswa membacakan doa-doa seperti layaknya yang sering dibacakan oleh orang Budha. Sekolah ini sangat memperhatikan pendidikan moral siswanya sehingga para siswa dibiasakan untuk berdoa dan melakukan salam sebelum dan sesudah belajar. Aba-aba dan salam sebelum belajar: 1) kiritsu (berdiri), 2) ki o tsuke (siap), 3) rei (beri salam/ hormat). Pada tahapan ketiga ini baik murid maupun guru sama-sama membungkuk dan mengucapkan yoroshiku onegaishimasu (mohon bimbingannya). Ketika selesai pelajaran salam yang dilakukan hampir sama cuma pada tahapan ketiga yang diucapkan adalah “arigatou gozaimasu” (terima kasih).
     




Para siswa sedang melakukan apel pagi yang dilanjutkan membaca doa


Ada hal yang sangat berkesan dari sekolah ini yaitu cara para guru mengajarkan menulis/ mengarang dan cara menilainya. Yang kedua adalah dari sekolah ini telah lahir atlit-atlit senam tingkat olimpiade. Saya sangat terkesan karena ketika kami diberi kesempatan untuk melihat ruangan tempat para siswa berlatih. Pertama kali masuk saya menyangka kami diajak ke gudang atau bangunan yang belum selesai. Setelah mendapat penjelasan barulah saya tahu bahwa tempat minimalis dan sederhana itu adalah kawah candradimukanya para atlet senam olimpiade yang sudah memperoleh medali emas sampai perunggu.  

Selain bidang olah raga senam dan yang lainnya, di sekolah ini diajarkan juga olahraga tradisional Jepang seperti Kendo. Selain itu, untuk mendukung pelestarian alam para siswa secara berkelanjutan mengadakan penelitian untuk mengembangkan makhluk hidup yang hampir punah. Dalam hal ini contohnya adalah ikan, namanya saya lupa, tapi ikan ini merupakan jenis ikan yang langka. Benar-benar merupakan sekolah yang memiliki komitmen terhadap konservasi alam, budaya, dan akhlak. Selain itu, sekolah ini juga menyediakan fasilitas pendidikan karir bagi siswanya. Pihak sekolah sengaja mendatangkan empat orang ahli untuk melakukan wawancara terhadap para siswa.



Setelah melihat-lihat SMP/SMA Seifu Gakuin kami dibawa ke sebuah universitas bernama Otemon. Konon universitas ini tempat kuliahnya orang-orang kaya. Kalau saya lihat bangunan dan semua fasilitasnya sangat mewah. 
Di universitas Otemon ini kami mendapat materi kuliah dari kepala sekolah Seifu tentang budaya Jepang. Bukan tentang kimono atau matsuri dan yang lainnya tapi tentang konsep “kami” (Tuhan) dan “Nagasaki” (aNAta GA SAKI: Anda duluan, kebahagiaan Anda didahulukan). Nagasaki yaitu sikap orang Jepang yang selalu mementingkan atau mendahulukan kepentingan orang lain. Inilah alasan mengapa ketika terjadi bencana di Jepang tidak terjadi penjarahan. Yang kedua yaitu konsep “Tuhan” dalam masyarakat Jepang. Dulu saya memahami orang Jepang banyak Tuhannya. Setiap benda mereka sembah. Setelah mendapat penjelasan waktu kegiatan training kemarin saya baru faham bahwa orang Jepang “mendewakan semua yang ada di bumi ini karena dengan adanya benda-benda itulah kita bisa hidup. Benda-benda tersebut merupakan jelmaan Tuhan. Saya rasa dalam konsep Islam pun sama. Semua benda ciptaan Tuhan wajib kita jaga sebagai bentuk penghormatan kepada Allah.
Dalam kehidupan orang Jepang, Kami atau Tuhan bisa berarti empat hal yaitu:
  1. Atas, Leluhur. Orang Jepang sangat menghormati leluhur dan peninggalannya.
  2. Erai hito (Orang hebat). Siapapun yang menjadi orang hebat dianggap kamisama. Misalnya Matsushita pemilik panasonic, dijuluki keiei no kamisama (dewa pengusaha)
  3. Shizen (alam). Apa yang ada di alam ini dianggap dewa, oleh karena itu orang Jepang sangat menghormati dan menjaga alam.
  4. Daishizen, kalau dilihat dalam terjemahan bahasa Inggris artinya mother nature. Susah untuk diungkapkan makna dari daishizen ini, tapi menurut penjelasan dari kepala sekolah Seifu daishizen ini perasaan seperti halnya kita berada dalam kandungan ibu kita.
 
Mencoba masakan kantin universitas Otemon
(kantinnya sangat bersih, mewah, dan masakannya enak lho!)

Setelah kuliah kami makan siang di kantin kampus lalu diajak berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa asing di sana. Setelah itu kami berkeliling melihat-lihat berbagai fasilitas di otemon dan melihat video performance mahasiswa asing tersebut. Setelah usai nonton video kami dipertemukan dengan kalau tidak salah rektor dan wakil serta pejabat lainnya. Kami menerima jamuan makan malam yang sangat mewah.

       

Setelah kuliah kami makan siang di kantin kampus lalu diajak berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa asing di sana. Setelah itu kami berkeliling melihat-lihat berbagai fasilitas di otemon dan melihat video performance mahasiswa asing tersebut. Setelah usai nonton video kami dipertemukan dengan kalau tidak salah rektor dan wakil serta pejabat lainnya. Kami menerima jamuan makan malam yang sangat mewah.

 


Hari Selasa kegiatan kami adalah kuliah di seifu jouhou koukagakuin, lalu makan siang bersama kepala sekolah dan direktur sekolah. Setelah itu sore harinya kami diantar ke mall untuk berbelanja dan mala harinya makan bersama peserta kursus untuk calon guru dari Seifu Gakuin.
Hari Rabu 29 Januari 2014, kegiatan pagi sampai siang hari diisi dengan kuliah dan sore harinya wisata belanja ke Namba. Sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal di Osaka. Selain kuliah kami juga diperbolehkan melihat-lihat kegiatan perkuliahan lainnya di Seifu. Kadang kami berdialog juga dengan para siswanya. 
Toko Hyakkin (100 en shop) yang jadi incaran untuk beli oleh-oleh

Kamis 30 Januari kegiatannya pagi sampai siang hari diisi dengan kuliah lalu upacara penutupan dan penyerahan sertifikat. 
 
Foto bersama setelah upacara penutupan yang diwarnai tangisan karena harus berpisah dengan orang-orang yang sangat baik

Sore harinya kami berkunjung ke Universitas Hagoromo. Menurut informasi universitas ini sangat memperhatikan para mahasiswanya dari sebelum masuk hingga setelah keluar. Saya bisa merekomendasikan universitas ini karena saya pikir sangat aman bagi mahasiswa asing. 
Bersama rektor universitas Hagoromo
Sebelum mengunjungi niversitas Hagoromo kami mampir makan siang

Setelah melihat-lihat berbagai fasilitas bahkan mencoba melakukan siaran langsung direkam  distudio televisi milik jurusan penyiaran universitas ini dan berdialog dengan rektornya malamnya kami mendapat jamuan makan malam yang benar-benar mewakili masakan Jepang yaitu shabushabu. Direstoran ini juga kami bisa mencicipi ikan Fugu mentah. Konon katanya hanya seorang koki yang bersertifikat saja yang boleh menyajikan makanan berbahan ikan Fugu. Hal ini dikarenakan ikan Fugu mengandung racun yang berbahaya. 
Dalam perjalanan menuju universitas Hagoromo kami mampir ke Nintokuryo. Sebuah tempat berupa kuburan besar berbentuk lubang kunci. Kuburan paling besar berukuran 486 m x 249 m. Untuk lebih jelasnya silakan baca http://www.city.sakai.lg.jp/kanko/hakubutsukan/kofun.html atau http://sekilas-info.com/makam-berbentuk-lubang-kunci-nintoku-ryo-tumulus/
Di belakang kami merupakan daerah kuburan terbesar yang ada di Nintokuryo
Hari terakhir kami berada di Jepang yaitu saatnya kembali ke tanah air. Dalam perjalanan menuju ke bandara Kansai kami mampir ke SMP/SMA Seifu Nankai Gakuin. Di sini kami disambut hangat seperti di tempat-tempat lainnya. Para siswa pun tidak ragu untuk berinteraksi dengan orang asing seperti kami.

Foto bersama siswa SMA Seifu Nankai Gakuin
Kesan saya setelah mengikuti kegiatan ini adalah bahwa orang Osaka sangat welcome dengan orang asing terbukti dengan keramahan mereka. Kemudian, pihak I-Seifu, Otemon University, Seifu gakuin, Hagoromo university dan lain-lain, tempat yang kami kunjungi sangat mempersiapkan segala sesuatnya untuk menyambut kedatangan kami. Kami sangat dimudahkan dalam segalanya karena service mereka sangat baik terhadap tamu. Bahkan kepala sekolah I-Seifu sangat rendah hati dan mau bercapek ria mengantar kami ke tempat-tempat yang sudah dijadwalkan dengan menyetir sendiri mobilnya. Ini yang saya salut. Menurut saya hal ini patut kita contoh.
Bagi yang ingin melanjutkan S2 di Jepang dengan biaya sendiri bisa saya rekomendasikan untuk masuk I-Seifu Jouhou Koukagakuin untuk memperdalam kemampuan bahasa Jepang. Jangan khawatir karena pihak sekolah ini akan membantu kita mencari tempat arubaito dengan honor perjam antara 850-1050 yen perhari.
Bagi siswa SMA sederajat juga bisa belajar bahasa Jepang di sekolah ini sebagai persiapan masuk S1 di Jepang dengan biaya sendiri. Atau bisa juga kuliah di sekolah ini, bagi yang punya minat terhadap ilmu pemograman, desain grafis, dan ilmu teknik informatika dll.
Untuk bisa masuk ke sekolah ini saya bisa bantu. Silakan kontak 081326732654 atau fb Ai Sumirah Setiawati.

Sekian dulu oleh-oleh cerita (omiyagebanashi) nya....