Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

Sunday, 26 March 2017

Kuburan Rayap: Fenomena Menarik dari Koyasan

Ai Sumirah Setiawati



Jika Anda pergi ke Jepang, terutama daerah Osaka, tidak ada ruginya Anda pergi ke daerah dataran tinggi yang bernama Koyasan. Koyasan (gunung Koya) termasuk ke dalam wilayah Wakayama yang menjadi pusat keagamaan Budha sejak 1200 tahun yang lalu.
Di daerah ini Anda akan menjumpai kuil Budha yang dibangun tahun 816 yang lalu. Selain kuil, di Koyasan ada suatu daerah bernama Okunoin yang merupakan daerah pekuburan kuno sepanjang 2 km di mana di sana kuburan Oda Nobunaga dan tokoh-tokoh sejarah tua Jepang lainnya berada.
Oda Nobunaga Bosho (kuburan)

Di Okunoin terdapat sekitar 200 ribu kuburan yang terletak di antara pohon-pohon besar dan menjulang tinggi. Anda bisa menyusuri pekuburan mulai dari pintu masuknya yaitu jembatan Ichinohashi, dari situ Anda bisa menyusuri rute ziarah dan di dalamnya Anda akan menemukan jembatan Naka no Hashi dan Gobyoonobashi. Mulai dari Gobyoonobashi Anda tidak diperkenankan mengambil gambar apapun yang ada di wilayah tersebut. 
Setelah rute pekburan kuno habis Anda akan menemui daerah pekuburan modern. Di situ ada berbagai macam komplek kuburan keluarga perusahaan besar sepertu Yakult, UCC, Sharp dan lain-lain.
Yang paling menarik di antara kuburan modern tersebut adalah kuburan shiro ari (rayap). Meskipun namanya kuburan rayap, bukan berarti rayap mati yang dikubur di situ. Menurut keterangan teman orang Jepang, kuburan rayap dibangun oleh perusahaan pembasmi serangga. Kuburan tersebut dibangun sebagai ungkapan rasa bersalah dari pihak perusahaan tersebut.

"Rayap. Tidur dengan tenang"
Di atas pegunungan Koya Anda bisa menikmati berbagai wisata religi terutama Budha karena di sana banyak terdapat kuil yang sudah tua. Anda bisa menginap di dalam kuil (shukubo), di sana Anda bisa menikmati hidangan vegetarian (shojin ryori) yang sangat enak dan pagi hari jam 6 Anda akan diajak mengikuti ritual ibadah Budha.
Untuk pergi ke sana Anda bisa memanfaatkan 2 day pass seharga 3.710 yen jika berangkat dari bandara Kansai. Dengan tiket reguler Anda hanya bisa naik kereta Nankai yang biasa (bukan rapid) jalur Koya. Tetapi tiket tersebut berlaku untuk pulang pergi semua kereta yang Anda naiki mulai dari bandara hingga ke stasiun Koya, cable car yang mengantar Anda ke puncak gunung Koya, dan bis yang mengantarkan Anda ke berbagai titik wisata di sana. Dari stasiun Koya Anda akan naik gunung terebut dengan menggunakan cable car miring yang mengasikkan. Selain itu, Anda bisa mendapatkan diskon pembelian suvenir di toko-toko yang tercantum di tiket.
Momiji di Koyasan

 
Cable car


Pemandangan dari Koyasan (Lantai 2 stasiun Koya)
Memutar kuil (ajaklah beberapa teman karena sangat berat)



Friday, 7 February 2014

Oleh-oleh Omiyagebanashi: Kegiatan Teacher Training di I-Seifu Osaka Jepang 25-31 Januari 2014

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang




Ai Sumirah Setiawati


Kegiatan Teacher Training ini diselenggarakan bagi guru-guru bahasa Jepang dengan tujuan untuk mengetahui berbagai informasi tentang sekolah di Jepang terutama dengan biaya sendiri. Selain itu, bagi guru-guru yang belum pernah pergi ke Jepang, program ini bisa juga dijadikan sarana untuk belajar budaya dan kehidupan masyarakat Jepang. Saya mengikuti program ini karena akhir-akhir ini ada minat dari mahasiswa lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang untuk belajar bahasa Jepang dengan biaya sendiri di Jepang. Bahkan sudah ada beberapa lulusan yang sekarang berada di Jepang dengan program biaya sendiri sambil arubaito.
Program ini berlangsung selama satu minggu dari tanggal 25 sampai 31 Januari 2014.Seperti tertera pada jadwal, kami berangkat pagi dari Jakarta dan tiba di Jepang Sabtu tengah malam, tapi sampai di tempat penginapan kira-kira jam 2 pagi Minggu 26 Januari 2014. Setelah istirahat, minggu pagi kami diajak jalan-jalan ke Nara. Di Nara kami mengunjungi Kashihara Jin’gu. Kashihara Jin’gu merupakan kuil yang dibangun pada tahun 1890 Masehi untuk kaisar pertama Jepang. Di kuil ini kami mendapatkan kehormatan untuk mengikuti upacara semacam pemberkatan. Upacara ini diakhiri dengan upacara minum sake (arak Jepang). Karena semua peserta program ini muslim semua, kami hanya pura-pura minum.

Kashihara Jin'gu dengan halam pasir yang ditata rapi


Jalan masuk menuju Kashihara Jin'gu             
Minum sake

Setelah mengunjungi Kashihara Jin’gu dan puas berfoto, perjalanan kami lanjutkan ke Horyuji. Horyuji merupakan salah satu candi Budha yang dibangun oleh pangeran Shotoku sekitar 1300 tahun yang lalu. Di sini kami hanya melihat-lihat peninggalan-peninggalan Budha yang diperkenalkan oleh pangeran Shotoku ke Jepang.





Setelah mengelilingi lokasi Horyuji dan membeli beberapa souvenir kami melanjutkan perjalanan menuju tempat makan siang yaitu salah satu restoran kaitenzushi (restoran sushi berputar). Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami, bahkan saya yang sudah pernah ke Jepang dua kali, makan di tempat khas seperti ini.
          

    
Semua makanan berputar, kita tinggal mengambil apa yang kita inginkan. Kalau tidak ada di situ kita juga bisa memesan dengan menekan tombol pada papan digital khusus untuk pemesanan



    



Setelah makan lalu kami diperkenalkan pada sebuah komplek perumahan tua bernama Kota Imai yang ada di sekitar Nara. Di komplek perumahan ini masih berdiri kokoh sekitar 500 buah bangunan tua peninggalan awal jaman Edo.

 







            
Mengunjungi komplek kota Imai sebetulnya tidak ada dalam jadwal kegiatan tapi kepala sekolah I-Seifu berbaik hati mengajak kami berkenalan dengan situs peninggalan bersejarah yang menjadi national heritage-nya Jepang ini. Dari lokasi ini kami bergerak menuju sebuah restoran yang sudah dipesan oleh pihak Seifu. Di sana guru-gur dan staf I-Seifu sudah menunggu. Di sana kami mengikuti acara penyambutan dan pembukaan program teacher training ini. Acara dimulai dengan kanpai (mengacungkan gelas) bersama.

 
Indonesia-Jepang semoga selalu terjalin kerjasama dan persaudaraan yang hangat
Kami semua melakukan "kanpai" sebagai tanda acara penyambutan dan pembukaan kegiatan kenshu dimulai


Setelah selesai makan dan bercakap-cakap dan cukup mengakrabkan diri satu sama lain, kami pun pulang ke hostel.
Keesokan harinya, Senin 27 Januari 2014, setelah makan pagi bersama dengan kepala sekolah di hostel kami berangkat menuju SMP/SMA Seifu Gakuin. Di sana kami ikut menyaksikan apel pagi. Pada kegiatan apel pagi ini para siswa membacakan doa-doa seperti layaknya yang sering dibacakan oleh orang Budha. Sekolah ini sangat memperhatikan pendidikan moral siswanya sehingga para siswa dibiasakan untuk berdoa dan melakukan salam sebelum dan sesudah belajar. Aba-aba dan salam sebelum belajar: 1) kiritsu (berdiri), 2) ki o tsuke (siap), 3) rei (beri salam/ hormat). Pada tahapan ketiga ini baik murid maupun guru sama-sama membungkuk dan mengucapkan yoroshiku onegaishimasu (mohon bimbingannya). Ketika selesai pelajaran salam yang dilakukan hampir sama cuma pada tahapan ketiga yang diucapkan adalah “arigatou gozaimasu” (terima kasih).
     




Para siswa sedang melakukan apel pagi yang dilanjutkan membaca doa


Ada hal yang sangat berkesan dari sekolah ini yaitu cara para guru mengajarkan menulis/ mengarang dan cara menilainya. Yang kedua adalah dari sekolah ini telah lahir atlit-atlit senam tingkat olimpiade. Saya sangat terkesan karena ketika kami diberi kesempatan untuk melihat ruangan tempat para siswa berlatih. Pertama kali masuk saya menyangka kami diajak ke gudang atau bangunan yang belum selesai. Setelah mendapat penjelasan barulah saya tahu bahwa tempat minimalis dan sederhana itu adalah kawah candradimukanya para atlet senam olimpiade yang sudah memperoleh medali emas sampai perunggu.  

Selain bidang olah raga senam dan yang lainnya, di sekolah ini diajarkan juga olahraga tradisional Jepang seperti Kendo. Selain itu, untuk mendukung pelestarian alam para siswa secara berkelanjutan mengadakan penelitian untuk mengembangkan makhluk hidup yang hampir punah. Dalam hal ini contohnya adalah ikan, namanya saya lupa, tapi ikan ini merupakan jenis ikan yang langka. Benar-benar merupakan sekolah yang memiliki komitmen terhadap konservasi alam, budaya, dan akhlak. Selain itu, sekolah ini juga menyediakan fasilitas pendidikan karir bagi siswanya. Pihak sekolah sengaja mendatangkan empat orang ahli untuk melakukan wawancara terhadap para siswa.



Setelah melihat-lihat SMP/SMA Seifu Gakuin kami dibawa ke sebuah universitas bernama Otemon. Konon universitas ini tempat kuliahnya orang-orang kaya. Kalau saya lihat bangunan dan semua fasilitasnya sangat mewah. 
Di universitas Otemon ini kami mendapat materi kuliah dari kepala sekolah Seifu tentang budaya Jepang. Bukan tentang kimono atau matsuri dan yang lainnya tapi tentang konsep “kami” (Tuhan) dan “Nagasaki” (aNAta GA SAKI: Anda duluan, kebahagiaan Anda didahulukan). Nagasaki yaitu sikap orang Jepang yang selalu mementingkan atau mendahulukan kepentingan orang lain. Inilah alasan mengapa ketika terjadi bencana di Jepang tidak terjadi penjarahan. Yang kedua yaitu konsep “Tuhan” dalam masyarakat Jepang. Dulu saya memahami orang Jepang banyak Tuhannya. Setiap benda mereka sembah. Setelah mendapat penjelasan waktu kegiatan training kemarin saya baru faham bahwa orang Jepang “mendewakan semua yang ada di bumi ini karena dengan adanya benda-benda itulah kita bisa hidup. Benda-benda tersebut merupakan jelmaan Tuhan. Saya rasa dalam konsep Islam pun sama. Semua benda ciptaan Tuhan wajib kita jaga sebagai bentuk penghormatan kepada Allah.
Dalam kehidupan orang Jepang, Kami atau Tuhan bisa berarti empat hal yaitu:
  1. Atas, Leluhur. Orang Jepang sangat menghormati leluhur dan peninggalannya.
  2. Erai hito (Orang hebat). Siapapun yang menjadi orang hebat dianggap kamisama. Misalnya Matsushita pemilik panasonic, dijuluki keiei no kamisama (dewa pengusaha)
  3. Shizen (alam). Apa yang ada di alam ini dianggap dewa, oleh karena itu orang Jepang sangat menghormati dan menjaga alam.
  4. Daishizen, kalau dilihat dalam terjemahan bahasa Inggris artinya mother nature. Susah untuk diungkapkan makna dari daishizen ini, tapi menurut penjelasan dari kepala sekolah Seifu daishizen ini perasaan seperti halnya kita berada dalam kandungan ibu kita.
 
Mencoba masakan kantin universitas Otemon
(kantinnya sangat bersih, mewah, dan masakannya enak lho!)

Setelah kuliah kami makan siang di kantin kampus lalu diajak berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa asing di sana. Setelah itu kami berkeliling melihat-lihat berbagai fasilitas di otemon dan melihat video performance mahasiswa asing tersebut. Setelah usai nonton video kami dipertemukan dengan kalau tidak salah rektor dan wakil serta pejabat lainnya. Kami menerima jamuan makan malam yang sangat mewah.

       

Setelah kuliah kami makan siang di kantin kampus lalu diajak berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa asing di sana. Setelah itu kami berkeliling melihat-lihat berbagai fasilitas di otemon dan melihat video performance mahasiswa asing tersebut. Setelah usai nonton video kami dipertemukan dengan kalau tidak salah rektor dan wakil serta pejabat lainnya. Kami menerima jamuan makan malam yang sangat mewah.

 


Hari Selasa kegiatan kami adalah kuliah di seifu jouhou koukagakuin, lalu makan siang bersama kepala sekolah dan direktur sekolah. Setelah itu sore harinya kami diantar ke mall untuk berbelanja dan mala harinya makan bersama peserta kursus untuk calon guru dari Seifu Gakuin.
Hari Rabu 29 Januari 2014, kegiatan pagi sampai siang hari diisi dengan kuliah dan sore harinya wisata belanja ke Namba. Sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal di Osaka. Selain kuliah kami juga diperbolehkan melihat-lihat kegiatan perkuliahan lainnya di Seifu. Kadang kami berdialog juga dengan para siswanya. 
Toko Hyakkin (100 en shop) yang jadi incaran untuk beli oleh-oleh

Kamis 30 Januari kegiatannya pagi sampai siang hari diisi dengan kuliah lalu upacara penutupan dan penyerahan sertifikat. 
 
Foto bersama setelah upacara penutupan yang diwarnai tangisan karena harus berpisah dengan orang-orang yang sangat baik

Sore harinya kami berkunjung ke Universitas Hagoromo. Menurut informasi universitas ini sangat memperhatikan para mahasiswanya dari sebelum masuk hingga setelah keluar. Saya bisa merekomendasikan universitas ini karena saya pikir sangat aman bagi mahasiswa asing. 
Bersama rektor universitas Hagoromo
Sebelum mengunjungi niversitas Hagoromo kami mampir makan siang

Setelah melihat-lihat berbagai fasilitas bahkan mencoba melakukan siaran langsung direkam  distudio televisi milik jurusan penyiaran universitas ini dan berdialog dengan rektornya malamnya kami mendapat jamuan makan malam yang benar-benar mewakili masakan Jepang yaitu shabushabu. Direstoran ini juga kami bisa mencicipi ikan Fugu mentah. Konon katanya hanya seorang koki yang bersertifikat saja yang boleh menyajikan makanan berbahan ikan Fugu. Hal ini dikarenakan ikan Fugu mengandung racun yang berbahaya. 
Dalam perjalanan menuju universitas Hagoromo kami mampir ke Nintokuryo. Sebuah tempat berupa kuburan besar berbentuk lubang kunci. Kuburan paling besar berukuran 486 m x 249 m. Untuk lebih jelasnya silakan baca http://www.city.sakai.lg.jp/kanko/hakubutsukan/kofun.html atau http://sekilas-info.com/makam-berbentuk-lubang-kunci-nintoku-ryo-tumulus/
Di belakang kami merupakan daerah kuburan terbesar yang ada di Nintokuryo
Hari terakhir kami berada di Jepang yaitu saatnya kembali ke tanah air. Dalam perjalanan menuju ke bandara Kansai kami mampir ke SMP/SMA Seifu Nankai Gakuin. Di sini kami disambut hangat seperti di tempat-tempat lainnya. Para siswa pun tidak ragu untuk berinteraksi dengan orang asing seperti kami.

Foto bersama siswa SMA Seifu Nankai Gakuin
Kesan saya setelah mengikuti kegiatan ini adalah bahwa orang Osaka sangat welcome dengan orang asing terbukti dengan keramahan mereka. Kemudian, pihak I-Seifu, Otemon University, Seifu gakuin, Hagoromo university dan lain-lain, tempat yang kami kunjungi sangat mempersiapkan segala sesuatnya untuk menyambut kedatangan kami. Kami sangat dimudahkan dalam segalanya karena service mereka sangat baik terhadap tamu. Bahkan kepala sekolah I-Seifu sangat rendah hati dan mau bercapek ria mengantar kami ke tempat-tempat yang sudah dijadwalkan dengan menyetir sendiri mobilnya. Ini yang saya salut. Menurut saya hal ini patut kita contoh.
Bagi yang ingin melanjutkan S2 di Jepang dengan biaya sendiri bisa saya rekomendasikan untuk masuk I-Seifu Jouhou Koukagakuin untuk memperdalam kemampuan bahasa Jepang. Jangan khawatir karena pihak sekolah ini akan membantu kita mencari tempat arubaito dengan honor perjam antara 850-1050 yen perhari.
Bagi siswa SMA sederajat juga bisa belajar bahasa Jepang di sekolah ini sebagai persiapan masuk S1 di Jepang dengan biaya sendiri. Atau bisa juga kuliah di sekolah ini, bagi yang punya minat terhadap ilmu pemograman, desain grafis, dan ilmu teknik informatika dll.
Untuk bisa masuk ke sekolah ini saya bisa bantu. Silakan kontak 081326732654 atau fb Ai Sumirah Setiawati.

Sekian dulu oleh-oleh cerita (omiyagebanashi) nya....

Monday, 16 September 2013

Monumen Perdamaian Hiroshima 広島平和記念公園

Taman Monumen Perdamaian Hiroshima (広島平和記念公園 Hiroshima heiwa kinen kōen) adalah sebuah taman peringatan yang terletak di Hiroshima Jepang. Taman ini didedikasikan untuk kota Hiroshima yang menjadi kota pertama di dunia yang dihancurkan oleh bom nuklir dan juga untuk mengenang jasad warga yang menjadi korbannya. Kemungkinan ketika itu ada sekitar 140.000 jiwa yang meninggal dunia.


Taman ini berdiri di daerah yang padat dengan bangunan komersial dan perumahan. Taman ini didirikan di lapangan terbuka yang tercipta akbiat ledakan nuklir. Di taman ini terdapat beberapa monumen, museum, dan tempat kuliah yang dapat menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. 



Simbol-simbol penting yang ada di taman

Kubah A-Bomb (原爆ドーム Genbaku Dōmu)
Kubah Genbaku dan jembatan yang ada disebrangnya ini merupakan satu-satunya bangunan yang masih bertahan ketika bom nuklir melanda Hiroshima. Kubah Genbaku ini pada awalnya bernama Hiroshima Prefectural Assembly. Gedung ini didirikan pada tahun 1914 dan selesai pada tahun 1933 oleh seorang arsitek Ceko, Jan Letzel dan berganti nama menjadi Hiroshima Commercial Exhibition Hall. Gedung ini dibangun untuk mendorong perindustrian di kota Hiroshima.


Beberapa tahun setelah pemboman tersebut, pemerintah setempat berencana untuk menghancurkan gedung ini. Tetapi rencana ini tertunda karena melihat struktur gedung yang masih utuh. Kota Hiroshima pun mulai dibangun ulang. Ada warga setempat yang menginginkan gedung ini untuk dirubuhkan, sementara yang lain ingin melestarikannya sebagai monumen.




Akhirnya pada tahun 1966, pemerintah Hiroshima memutuskan untuk mempertahankan struktur bangunan dan mengganti namanya dengan Genbaku Domu. Kubah ini pun didaftarkan ke UNSESCO sebagai salah satu warisan dunia. Dan pada tahun 2011, kubah ini sudah mengalami 2 kali peremajaan bangunan.










Monumen Perdamaian Anak
Monumen perdamaian anak ini didedikasikan untuk anak-anak yang meninggal dunia ketika serangan bom nuklir oleh Amerika.Monumen ini dirancang oleh  seniman Kazuo Kikuchi dan Kiyoshi Ikebe. Monumen ini dibangun dengan menggunakan uang yang berasal dari penggalangan dana oleh anak-anak sekolah di Jepang.


Di atas monumen ini terdapat patung seorang anak perempuan yang sedang memegang lipatan kertas (origami) berbentuk bangau. Anak perempuan itu bernama Sadako Sasaki Sadako Sasaki (佐々木禎子 Sasaki Sadako) yang meninggal akibat radiasi nuklir. Sadako percaya jika ia berhasil membuat 1000 origami bangau maka ia akan sembuh (Tradisi kuno Jepang yang percaya permintaannya akan dikabulkan jika membuat 100 lipatan bangau). Pada akhir bulan Agustus 1955, Sadako telah berhasil melakukannya. Akan tetapi ia meninggal akibat leukemia pada bulan Oktober di tahun yang sama.


Hingga kini banyak lipatan-lipatan bangau dikirimkan kemari oleh anak-anak dari seluruh dunia. Dibawah struktur utama terdapat bangau perunggu yang bekerja sebagai lonceng angin. Di dasar monumen terdapat lempengan marmer hitam yang ditulis dalam bahasa Jepang:

これはぼくらの叫びです これは私たちの祈りです 世界に平和をきずくための
Kore wa bokura no sakebi desu. Kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa o kizuku tame no.
Ini adalah tangisan kami, ini adalah doa kita, untuk membangun perdamaian dunia.


Rest House
Rumah peristirahatan ini dulunya merupakan sebuah toko kimono Taishoya  pada tahun 1929. Toko kimono ini kemudian digunakan sebagai stasiun distribusi bahan bakar karena ketika itu terjadi kelangkaan bahan bakar mulai tahun Juni 1944. Pada 6 Agustus 1945 ketika bom dijatuhkan, seluruh gedung hancur dan menyisakan ruang bawah tanahnya. Akhirnya 36 orang di dalam gedung meninggal, menyisakan seorang pria bernama Eizo Nomura (47 tahun) yang sedang berada di basement. Atap basement yang terbuat dari beton membuat radiasi sulit untuk menembusnya. Eizo pun dapat bertahan hidup hingga usianya 80 tahun. Kini gedung ini digunakan sebagai tempat istirahat bagi para pengunjung untuk membeli cemilan dan minuman.




Monument of The Hiroshima District Lumber Control Corporation
Monumen ini didirikan untuk mengenang para pekerja yang meninggal dalam tugasnya pada saat bom jatuh



Upacara

Upacara Peringatan Perdamaian Hiroshima
Setiap tahun pada tanggal 6 Agustus diadakan upacara ini untuk menghibur keluarga korban bom atom dan berdoa untuk terwujudnya perdamaian dunia yang abadi. Upacara ini diadakan pada pagi hari jam 08.00 di depan monumen tugu peringatan untuk orang yang mati (Memorial Cenotaph) yang dilakukan oleh banyak warga termasuk keluarga yang menjadi korban pemboman. Pada upacara ini dilakukan mengeningkan cipta untuk memperingati warga yang meninggal. Upacara ini dipimpin oleh walikota Hiroshima.



Tepat pada jam 08.15 AM (jam yang sama ketika bom dijatuhkan) dibunyikan bel dan sirine diseluruh kota dan ketika itu seluruh warga berhenti dari aktivitasnya dan berdoa untuk para warga korban pemboman. Sesudah itu ratusan burung merpati dilepaskan sebagai tanda perdamaian.





Upacara Lentera
Di sore harinya di waktu yang sama dengan upacara peringatan perdamaian Hiroshima, diadakan upacara lentera ini. Para warga akan melepaskan lentera di sungai sebagai tanda mengirimkan roh para korban pemboman sebagai tanda perdamaian.




Museum

Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima
Museum ini adalah museum utama di taman yang didedikasikan untuk memberikan pendidikan tentang peristiwa pemboman Hiroshima. Pada museum ini diberikan informasi keadaan Hiroshima ketika perang dunia II, keadaan sebelum dan sesudah bom dijatuhkan dan upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun ulang Hiroshima. Di museum ini juga dipajang barang-barang yang masih tersisa dari para korban pemboman


 Jam tangan dari korban pemboman yang sudah rusak

Sebuah miniatur yang menggambarkan kondisi Hiroshima sebelum bom dijatuhkan



Gedung Pertemuan Internasional Hiroshima
Gedung pertemuan ini terletak disebelah barat museum. Gedung ini sering digunakan untuk mengadakan even-even internasional



Aula Peringatan Perdamaian Nasional Hiroshima
Aula Peringatan Perdamaian Nasional Hiroshima ini didedikasikan untuk mengenang para korban bom atom Hiroshima. Museum ini didirikan oleh pemerintahan Jepang. Ini juga sebuah ekspresi dari pemerintahan Jepang untuk menciptakan perdamaian abadi. Di atap aula ini (dekat pintu masuk) terdapat display jam yang berhenti puluk 08.15 tepat ketika bom dijatuhkan. Area ini berisi ruang untuk seminar, perpustakaan, museum dan area informasi korban.



Dinding yang memajang foto korban pemboman dengan jumlah foto 12.392 orang

Area yang paling disukai adalah area The Hall of Remembrance dimana berisikan panorama 360 derajat dari kota Hiroshima yang hancur yang terbuat dari ubin yang berjumlah 140.000 (sesuai dengan perkiraan korban pemboman)


Bak atau kolam yang ada ditengah ruangan berisikan air untuk roh jiwa para korban pemboman yang ketika itu kesulitan mendapatkan air bersih


Monumen

Tugu Peringatan Bagi Orang yang Meninggal / Memorial Cenotaph
Di dekat pusat taman terdapat monumen yang berbentuk seperti sadel yang ditulis disana nama-nama orang yang meninggal ketika pemboman. Bentuk lengkungannya merupakan simbol tempat tinggalnya jiwa-jiwa para korbanAda batu nisan disana yang bertulis:

安らかに眠って下さい 過ちは 繰返しませぬから
Rest in peace, karena kesalahan tidak akan terulang



Api Perdamaian
Api perdamaian adalah monumen lainnya untuk mengenang korban pemboman Hiroshima. Monumen ini memiliki arti tambahan dimana api pada monumen ini akan terus menyala sejak 1964 hingga akan tetap menyala hingga seluruh bom nuklir di planet ini dihancurkan dan planet ini bebas dari ancaman bom nuklir.



Gerbang Perdamaian
Gerbang perdamaian ini adalah monumen yang baru dibuat di taman ini. Terdiri dari enam gerbang dengan tulisan "damai" dalam 49 bahasa yang berbeda di gerbangnya. Tinggi gerbang ini sekitar 5 meter dengan lebar 2 meter.





Monumen-monumen lainnya

Lonceng Perdamaian




Menara Peringatan untuk Pelajar

Patung Ibu & Anak dan Air Mancur Doa

Kolam Perdamaian

Anak Bukit Peringatan Bom Atom

 Tower Jam Perdamaian

 Monumen Batu Nisan Bom Nuklir

Monumen Jembatan Tua Aioi

 Monumen Pohon Phoenix

Monumen Rambut

Tanda Batu Nol Mil

Monumen Pohon Linden

 Batu Lentera Perdamaian 

Piramida Perdamaian

Monumen Pertemanan

 Monumen Doa Untuk Perdamaian

Monumen Perdamaian

 Monumen Doa Haiku Untuk Perdamaian

 Monumen Hiroshima Untuk Korban Pemboman

Jam Penjaga Perdamaian (memperlihatkan jumlah hari sejak pemboman)

Patung Perdamaian "Daun Baru"

 Patung Ibu Penyayang

 Patung Pendoa Untuk Perdamaian

Figur Dewa Penyayang Perdamaian (Kanon)

Monumen Peringatan Sekolah Menengah

Monumen Peringatan Kota Komersial Dan Sekolah Industri Pembangunan Kapal

Monumen Guru Dan Murid Sekolah Dasar Korban Pemboman

Monumen Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA)

Monumen didedikasikan untuk Sankichi Toge (pengusaha batu bata terkenal di Hiroshima)

 Monumen Untuk Tamiki Hara (warga yang selamat dari pemboman)

Monumen Untuk Mengenang Miekichi Suzuki

Monumen Untuk Mengenang Dr. Marcel Junod

Monumen Untuk Mengenang Bekas Area Utara Tenjin-cho

Monumen Untuk Mengenang Bekas Area Selatan Tenjin-cho

Monumen Mantan Zaimoku-cho

Menara Peringatan Untuk Korban Terkait Bom Atom

 Monumen Peringatan Untuk Korban Warga Korea

 Monumen Zensonpo (Korban Seirikat Kerja Asuransi Jepang)

 Monumen Peringatan Kesatuan Prajuit Sukarela

 Monumen Untuk Semua Korban di Kantor  Chūgoku-Shikoku 

Monumen Peringatan Korban Asosiasi Pertanian

 Monumen Norman Cousins

 Monumen Yang Didedikasikan Untuk Pekerja Konstruksi dan Perajin

 Monumen Untuk Mengenang Pekerja di Perusahaan Batu Bara

 Monumen Perusahaan Gas Hiroshima

 Monumen Untuk Mengenang Pekerja Tukang Pos Hiroshima


Festival

Festival Bunga Hiroshima (ひろしまフラワーフェスティバル)
Festival ini sudah diadakan sejak tahun 1977 selama minggu emas dari tanggal 3 - 5 Mei. Lebih dari satu juta orang berpartisipasi di festival ini setiap tahunnya. Di dalam festival ini selain ditampilkan berbagai macam bunga, juga menampilkan panggung hiburan, toko-toko, kebun binatang kecil, dan atraksi hiburan lainnya. Warga asli Jepang juga turut serta dalam sebuah parade dan menari tarian Yosakoi. Setiap festival akan dinyanyikan lagu tema festival oleh seorang 'penyanyi bunga' / flower singer.

logo

tumpukan bunga

parade







Festival Hiroshima Dreamination (ひろしまドリミネーション)
Festival ini dilakukan pada musim dingin sejak tahun 2002.  Dreamination merupakang gabungan 2 kata yaitu dream dan illumination (mimpi dan cahaya). Festival ini diselenggarakan oleh komite eksekutif penerangan Hiroshima dan disponsori oleh semua lembaga penyiaran di Hiroshima.

sumber : halojepang.blogspot.com