Showing posts with label Kompetisi. Show all posts
Showing posts with label Kompetisi. Show all posts

Thursday, 22 November 2018

Share QA/Tips "Perjalanan Juara Pidato Seli Inayati di Jepang"

Ohayouuu.... sudah pada taw kan berita tentang Seli Inayati yang menjadi juara Nasional speech contest Nasional dan berangkat ke Jepang kemarin? berita terkait disini
Nah kali ini kita tanyakan bagaimana sih pengalaman ketika di Jepang sana, dan berbagi tips dan tricknya.

Q : Bagaimana sih pengalaman pertama di Jepang kemarin?
Alhamdulillah dalam kegiatan kemarin, walau judulnya adalah hadiah dari perlombaan, namun saya dapat merasakan bagaimana kehidupan masyarakat Jepang terutama kota tokyo secara langsung dan bukan berkesan sebagai turis. Pengalaman sebagai turis dan penduduk lokal itu beda banget, kami merasakan susah senangnya berangkat kerja umpel2xan di chikatetsu pada rush hour, ke kantor, makan siang bersama di kantin. Pokoknya banyak pengalaman yang belum tentu orang lain bisa merasakannya.

Q : Sebenarnya Acara utamanya seperti apa ya?
Acara utamanya adalah saya beserta para juara perwakilan dari 10 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Myanman, Thailan, Laos, Kamboja dan Filipina) diundang untuk mempresentasikan pidato yang kami bawakan di tingkat Nasional di depan para tamu undangan yang kebanyakan adalah bos perusahaan dan duta besar negara masing2x peserta.
Kegiatan ini di sponsori oleh Japan Overseas Enterprise Association, dari namanya juga sudah bisa ditebak bahwa ini adalah Asosiasi atau perkumpulan perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki cabang di luar Jepang.

Wakil 10 Negara

Q : Dengar-dengar dapat penghargaan lagi ya?
Alhamdulillah, walau event ini sebenarnya bukan lagi lomba, tetapi hanya kesempatan bagi para juara Nasional untuk membawakan pidato, namun Alhamdulillah Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Pidato terfavorit/terbaik, selain wakil Myanmar.

Q : Selama di sana apa saja kegiatannya Sel?
KEgiatan disana lebih banyak ke kunjungan ke perusahan2x seperti Toppan Printing, Aji no Moto, ACC, Honda dan Panasonic. Walaupun judulnya kunjungan ke perusahaan, namun kami berstatus VIP, jadi bener2x merasa tersanjung. Selain kunjungan ke perusahaan kami juga pergi wisata ke objek wisata sekitaran tokyo seperti gedung tertinggi Tokyo Skytree, Disneyland, Odaiba, mengunjungi Jinjya (Shinto) dan Tera (Budha) sebagai kunjungan budaya, tur keliling tokyo dengan bis wisata juga :)

Kunjungan perusahaan

Q : Boleh bagi tipsnya ngga Senpai supaya bisa mengikuti jejaknya?
boleh aja, tips dari saya setidaknya seperti ini

  1. persiapkan diri jauh jauh hari, setidaknya 3-4 bulan sebelum lomba sudah harus konsultasi ke sensei mengenai tema naskah pidato, garis besarnya.
  2. Jangan malas!!! jangan hanya setengah setengah kalau mau berusaha. maksimalkan apa yang bisa kita lakukan, misalnya sering2xlah konsultasi ke sensei karena beliau lebih tahu dan berpengalaman, jadi kita harus "ngemis" ilmu ke sensei.
  3. Jaga hubungan bak dengan sensei, jangan kerad!. beliau tentu lebih berpengalaman, berilmu dan sebisa mungkin kita menyerap dan mengaplikasikan ke diri kita. Terkadang sudut pandang berbeda dari orang lain apalagi sensei akan sangat berguna dalam menyusun naskan tema yang "calon juara"
  4. Kuatkan mental!, karena proses latihan dan sebagainya itu menghabiskan waktu berbulan bulan. Pidato bukan hanya sebatas naskah saja, kemampuan verbal lebih menentukan. bagaimana menjabarkan naskah pidato kita dalam bahasa verbal (dalam hal ini bahasa jepang dengan segala ragam kerumitannya) sangat sulit, hanya latihan dan persiapan yang matang yang bisa membantu kita. Ada kalanya lelah dan capek, tapi kita harus terus latihan sampai muntah dan akhirnya dapet tiket :)
Q :  ada pesan pesan buat yang lain supaya sukses juga senpai?
Pokoknya jangan pernah menyerah!, jangan takut!, keep positive, kalo capek istirahat, kalo laper makan, kalo haus minum. Jangan gampang sakit hati lalu ngambek, jangan baper. karena nanti akan banyak omongan dan omelan tidak menyenangkan. Open mind, jaga hubungan baik dengan sensei dan teman2x juga :)
Gambareeeee !!!





Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Saturday, 11 November 2017

PBJ UNNES Memang Jawara, Ajeng Raih Juara I dalam Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Nasional

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang



Sabtu, 11 November 2017, sesuai laporan dari Surabaya, Ajeng (Andriani Anjasuma Putri) Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES semester 3 telah meraih juara I dalam lomba presentasi bahasa Jepang atau Happyoukai tingkat Nasional di Surabaya.
Lomba ini diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unesa Surabaya dengan peserta dari berbagai universitas yang ada di Indonesia.

Tuesday, 15 November 2016

Kesempatan ke Jepang Semakin Luas

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang




Senin (14 November 2016) Prodi Pendidikan Bahasa Jepang kedatangan tamu dari PT Minori Jakarta. Kedatangan mereka untuk mensosialisasikan program internship di Jepang yang bisa diikuti oleh mahasiswa yang belajar bahasa Jepang.  Program ini akan dilaksanakan pada musim panas tahun 2017. Adapun seleksinya akan dilaksanakan pada bulan Februari, begitu penjelasan Mr. Sato dari PT Minori.
Tidak ada syarat yang memberatkan jika ingin mengikuti kegiatan ini karena syarat utamanya adalah berstatus AKTIF sebagai mahasiswa bahasa Jepang baik sastra maupun pendidikan. Syarat lain adalah dapat aktif berkomunikasi dalam bahasa Jepang ditambah skill bahasa Inggris. Program internship dilakukan di hotel yang berada di daerah Hokkaido dan Okinawa. Pengunjung hotel terdiri dari tamu dari berbagai negara, oleh karena itu selain bahasa Jepang bahasa Inggris juga penting.
Untuk mengikuti program ini mahasiswa tidak dipungut biaya. Biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung pihak perusahaan. Mahasiswa hanya perlu mempersiapkan biaya pembuatan pasport, visa dan transportasi dari daerah asal emnuju Jakarta. Hal ini dikarenakan pihak perusahaan hanya menanggung tiket pesawat dari bandara internasional Jakarta menuju Jepang.
Selain fasilitas tersebut, setiap bulannya peserta internship akan mendapat uang saku sekitar 50.000 yen. Mahasiswa dapat mengikuti program ini dengan kurun waktu bermacam-macam, ada yang tiga bulan ada juga yang enam bulan.
Menurut penjelasan Mr. Sato, jika mahasiswa mampu menunjukkan prestasi berbahasa Jepang seetelah mengikuti program ini, maka PT Minori akan membantu mencarikan pekerjaan di Jepang bagi mahasiwa yang bersangkutan jika sudah lulus nanti.
Karena ini merupakan kesempatan yang sangat baik, maka mahasiswa diharapkan melakukan persiapan mulai sekarang untuk seleksi bulan Februari nanti.

Saturday, 1 October 2016

UNNES Masuk 5 Besar Japanese Experience Contest in Jakarta



            Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang keluar sebagai 5 besar dalam program 3rd Japanese Experience Contest, 1 Oktober 2016 tepatnya di Hotel Intercontinental Jl. Sudirman Jakarta Pusat. Acara yang sudah tiga kali di gelar di Indonesia ini, di dukung penuh oleh Kyoritsu Foundation, bekerjasama dengan ANA (All Nippon Airways).


            Pada program ini, mulanya peserta dihadapkan pada lembar pilihan ganda berjumlah 30 soal di awal. Soal-soal tersebut berisi tentang pertanyaan seputar pengetahuan umum Jepang. Dalam babak tersebut ada sekitar 59 peserta yang ikut serta, dan akhirnya di pilihlah 17 peserta dengan nilai tertinggi untuk akhirnya maju ke babak final. Di babak final, 17 peserta tersebut di beri waktu sekitar 5 menit untuk membuat pidato. Dengan waktu sekitar 2-3 menit, pidato tersebut harus di presentasikan di depan juri.
Ita Yuliana (mahasiswi PBJ 2013) berhasil keluar menjadi 5 besar, yang mendapat kesempatan liburan ke Jepang selama 1 minggu. Kesempatan membahagiakan ini akan membawa Ita Yuliana ke Negara Matahari Terbit yang ia impikan selama ini. Dalam program ini, para pemenang yang terpilih akan dipertemukan dengan para pemenang lainnya dari berbagai Negara (Jepang, Korea, Taiwan, Nyanmar, Laos, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan banyak lagi) untuk ahirnya melakukan kunjungan ke universitas-universitas di Jepang, Gunung Fuji, Asakusa, Sky Tree dan masih banyak lagi. Pidato dari Ita Yuliana berisi tentang “好きな漢字” (sukina kanji). Ita mengaku suka dengan kanji “yama” (gunung), karena dirasa simpel dan bermakna dalam. 

Ita Yuliana dengan Siti Yuliani dalam mengabadikan moment

Penyerahan Sertifikat dari Ketua Kyoritsu Foundation kepada Ita Yuliana

Foto Bersama Para Pemenang (5 Besar) bersama Para Juri

“Butuh perjuangan untuk bisa mencapai puncak gunung, ibarat bermimpi ke Jepang karena menang sebuah lomba. Harus berusaha untuk bisa sampai dan berhasil. Sejak di SMA dulu saya sudah sering sekali mengikuti lomba-lomba semacam ini, tapi dari banyak kekalahan yang ada akhirnya doa saya terjawab di tahun ini” Begitulah kurang lebihnya penjelasan dari Ita secara langsung. Ita mengaku di sela-sela sibuknya PPL dia sebenarnya merasa khawatir dan lebih canggung daripada di lomba-lomba sebelumnya. Karena padatnya jadwal dan persaingan yang dirasa begitu tinggi di program kali ini, harus berkorban tenaga dan waktu. “Kesempatan untuk meraih prestasi ke Jepang itu banyak sekali, oleh karena itu berdoa dan berusahalah.” Begitu pula katanya ingin memberi semangat kepada seluruh mahasiswa pendidikan bahasa jepang Unnes.

Sunday, 24 May 2015

Pendidikan Bahasa Jepang Unnes Berjaya di Malang, Meta Gesti terbang ke Gunma Jepang


Meta Gesti Rahayu mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes Meraih juara ke-3

Hari ini, Minggu 24 Mei 2015, seperti dikutip oleh Malang Times, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang bekerja sama dengan International Institute for Multicultural Studies (IIMS) menggelar lomba bertajuk Gunma Cup. Lomba ini terdiri dari lomba essay dan pidato.
Peserta yang mendaftar datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Malang, dan lain-lain berjumlah 52 orang. Dari 52 orang pendaftar tersebut disaring menjadi 25 peserta dan 4 orang juara teratas mendapat hadiah berupa marchandise dan TIKET GRATIS JALAN-JALAN KE GUNMA SELAMA 10 HARI! Dan peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes menjadi salah satu peserta yang mendapat tiket tersebut
Menurut Teguh Pulasara yang melaporkan kegiatan ini, peserta yang lolos mendapatkan tiket ke Jepang berasal dari Malang 2 orang, Surabaya, kemudian dari Unnes sebagai juara ke-3.

Para juara yang mendapatkan tiket jalan-jalan 10 hari ke Gunma Jepang

Salah seorang juara, Meta Gesti Rahayu, mahasiswa dari PBJ Unnes yang juga merupakan penerima beasiswa Bidik Misi Unnes mengatakan bahwa ia tidak menyangka dapat meraih juara ke-3 karena menurutnya peserta yang lain bagus-bagus. "Saya tidak menyangka menang, karena tadi saya melihat yang lain bagus-bagus. Baik essay maupun pidatonya. Tapi ketika pengumuman (pemenang) saya dipanggil. Saya sampai kaget."

Kagetnya jangan lama-lama ya, Meta san!
Good job dan omedetou gozaimasu.
Saya sebagai kaprodi PBJ Unnes sangat bangga. Begitu juga dengan Teguh san yang pada kesempatan ini turut juga sebagai peserta. Futaritomo yoku ganbarimashita.

Thursday, 5 February 2015

ASSALAAMU’ALAIKUM JAPAN

ASSALAAMU’ALAIKUM JAPAN
Oleh Farikhatul Jannah

Setetes air mata bahagia dan senyum saat menginjakkan kaki di Bandara Internasional Haneda Tokyo Jepang pada Senin, 20 Januari 2015. “Assalaamu’alaikum Japan..” kuucapkan setelah turun dari pesawat ANA (NH 856) sembari menghirup udara pagi sejuk nan bersih, serta ucapan rasa syukur pada Rabbku yang telah mengizinkan saya bisa merasakan dinginnya musim fuyu di Jepang.

Menjadi salah satu orang yang beruntung dari Indonesia dalam program Nihongo Taiken Ryokou selama satu minggu adalah buah manis dari kontes yang pernah saya ikuti 27 September 2014 lalu. Terima kasih Kyouritsu International Foundation sebagai pihak penyelenggaranya yang telah mengantarkan kelima pemenang dari Indonesia menuju negara impian.

Sakura di musim Salju dengan latar belakang Tokyo Sky Tree
 

Hari pertama berada di Jepang merasakan atmosfer culture shock, melihat orang Jepang yang begitu disiplin akan waktu. Kebiasaan berjalan kaki setelah turun dari kereta menuju tempat tujuan kurasakan juga sebagaimana orang Jepang pada umumnya. Semua terlihat rapih. Saat berjalan, di Tokyo memiliki aturan bagi pejalan kaki untuk berjalan disebelah kiri sedangkan sebelah kanan hanya untuk orang yang mendahului karena terburu-buru. Berbeda terbalik jika berada di Osaka.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Kyouritsu International Foundation. Bersama pemenang lainnya dari Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand, dan Indonesia tentunya mengikuti pembukaan program Nihongo Taiken Ryokou. Saat pembukaan, kami masing-masing dari setiap negara memberikan sambutan dan memberikan kesan pertama saat tiba di Jepang. Selanjutnya, kami rombongan dari Indonesia mengunjungi Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Shinagawa,Tokyo. Malam harinya, kami makan bersama dengan pihak management Kyouritsu. Saat makan, biasa saya dan dua orang muslim dari Indonesia pilih-pilih makanan yang halal, tidak sebebas mereka yang bisa memakan apapun yang dihidangkan di meja makan.

Hari kedua saya berkunjung ke salah satu Kuil bernama Kanda Myoujin masih berada di Tokyo. Sebelum memasuki kuil, sama halnya dengan orang muslim yang melakukan ritual seperti wudhu. Bedanya, disini hanya membasuh kedua tangan dan berkumur. Memasuki kuil ini kujadikan sebagai salah satu pembelajaran kebudayaan Jepang. Setelah itu,mengunjungi Universitas Meiji yang letaknya tidak begitu jauh dari kuil Kanda Myoujin. Melihat betapa megahnya universitas ini, terlintas angan untuk bisa melanjutkan sekolah disini. Hehehe mimpi boleh kan yaa, gratis ko. Kunjungan pada hari itu, tidak selesai sampai di Universitas Meiji saja, berlanjut menuju Kyoritsu Foundation Japanese School. Di sana saya, dan semua kontestan dari kelima negara mengikuti perkuliahan di sekolah itu.

Hari sudah terlihat gelap, Padahal masih jam 5 sore waktu itu. Karena musim dingin, Jepang lebih cepat berganti malam. Badan dan kaki sudah mulai pegal-pegal. Tapi, tak begitu terasa karena menikmati perjalanan sore hari ditemani hujan salju. Selanjutnya, tempat terakhir yang dikunjungi untuk hari itu adalah Studio Foto khusus untuk pemakaian kimono. Yeah, akhirnya pakai kimono juga ^_^ . kalau Yukata mah sudah biasa pakai di kampus saat acara-acara tertentu, lebih simple. Kimono bahannya berbeda, obinya juga lebih lebar. Setelah selesai action dihadapan kamera, tibalah waktunya untuk kembali ke hotel Dormy Inn.

Hanya beberapa menit istirahat untuk melakukan ibadah sholat, saya kembali keluar. Terlanjur membuat janji dengan teman Jepangku Asuka Tachizaki namanya. Dia pernah belajar Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Semarang. Sudah menjadi teman baik, kami bela-belakan untuk bertemu di negara kelahirannya. Hari kedua aktivitas full, ditutup dengan makan malam bersama Asuka dan melihat lebih dekat indahnya Tokyo Sky Tree di malam hari.

Bertemu Asuka San :)
 

Hari ketiga berada di Asakusa, belum kujumpai lebatnya salju. Sempat turun butiran-butiran salju lembut dari langit, membuatku ingin menangkap setiap butiran-butirannya. Namun salju itu selalu saja segera mencair. Beginilah keadaanya, Meskipun tak ada tumpukkan salju di kota ini, udara masih tetap dingin kurasakan. Dari hotel Dormy Inn Asakusa tempatku menginap, pagi harinya kami pindah hotel ke Ko no ha yang ada di Gunma. Perjalanan sekitar 4 jam menggunakan Bus. Setelah tiba disana, subhanallah...

Ciptaan Tuhan yang indah, seindah yang memandangnya hehehe. bisa kulihat hamparan putih salju itu sesuatu banget. Bahkan bisa memegang dan memakannya seperti kakigori (es serut ala Jepang yang biasa diminum saat musim panas). Ya, di tempat Kusatsu International Ski ini memang untuk kami rasakan pengalaman bermain Snowshoe dan Ski bersama teman-teman kelima negara ASEAN ku. Meskipun Snowshoe hanya berjalan kaki menyusuri hutan bersalju, tidak mudah juga ternyata. Terasa agak berat berjalan dengan sepatu khusus untuk Snowshoe ini.

Esok harinya barulah saya mencoba Ski. Waaw... pelatihnya sabar deh ngelatih kita-kita yang baru pertama kali bermain ski. Sesekali saya jatuh, susah untuk bangun :D. Tapi,saat berulang kali berlatih akhirnya bisa juga meluncur dari ketinggian yang engga tinggi-tinggi amat sih,, hehehe. Merasakan dinginnya salju di tempat Ski, pulang ke hotel selalu dimanjakan dengan Onsen (tempat berendam air panas). Untunglah hotel ini, menyediakan private onsen room, kalau tidak ada... mungkin saya takkan pernah bisa merasakannya. Karena onsen pada umumnya itu tempat “pemandian bersama” untuk mandi berendam air panas. Meskipun Pemandian air panas disediakan terpisah untuk pria dan wanita. Tetap saja, yang wanita ya nyampur semua. Malu ah, hehehe. Oh ya, hotel ini bentuknya Ryokan. Jadi, sejenis Japanese hotel gitu. Penginapan dengan fasilitas dan bangunan berarsitektur Jepang ini, menyediakan kamar bergaya Jepang yang berlantaikan tatami. Tidurnyapun menggunakan futon.

Hari berikutnya kami kembali menuju Dormy inn Asakusa. Sebelumnya, mampir terlebih dahulu ke Karuizawa Outlet. Semacam tempat berbelanja dan pusat oleh-oleh. Sampai di hotel sekitar jam 5 sore hari. Sore itu juga, setelah menaruh barang-barang di kamar, kami langsung menuju Sky Tree. Dari stasiun Asakusa, hanya satu stasiun saja dilewati langsung sampai ke tempat tujuan. Sebelumnya, saya dan Asuka Tachizaki sudah pernah melihat lebih dekat Sky Tree di malam hari. Tetapi kali ini, saya mencoba menaiki “Pohon Langit Tokyo” itu untuk melihat keindahan kota Tokyo dari ketinggian 634 meter di waktu senja. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan.

Esok harinya, Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu karena ada jadwal kegitan bebas. Kumanfaatkan waktu itu untuk bertemu seniorku yang sudah lulus dari UNNES yang sekarang sedang melanjutkan studi di Jepang. Mba Dyah namanya. Wanita cantik yang mengajariku banyak hal tentang menjadi muslim yang tinggal di Jepang. Mengajariku bagaimana pintar-pintarnya mengambil waktu dan tempat sholat di tempat umum, termasuk mengajariku saat memilih makanan yang halal. Ini penting, karena hampir semua makanan yang ada disini menggunakan daging babi.

Saya dan Mba Dyah berkeliling di Asakusa, melihat-lihat bangunan jinja (kuil) yang tempatnya tidak begitu jauh dari hotel. Setelah itu, langsung menuju ke Shibuya. Waah.. Shibuya jauh lebih ramai dibanding Asakusa. Kotanya anak muda banget disini. Tau patung anjing Hachiko? Saya bekesempatan bisa foto disamping patung itu. Kami berkeliling di Shibuya, makan siang dengan harga murah dan halal itu menyenangkan. Dilanjut, berbelanja baju,ke Donki Hote pusat oleh-oleh, dan Hyaku en Shop. Waktu cepat berlalu. 6 jam bersama Mba Dyah rasanya kurang dan masih ingin melihat-lihat yang lainnya tanpa sadar meski kaki sebenarnya sudah terasa pegal-pegal.

 
bersama Mbak Dyah (alumni PBJ UNNES yang sedang studi di Tokyo

Tanggal 26 Januari, sudah waktunya kembali ke negara asal. Huhuhu, berat rasanya. Berat meninggalkan negara indah ini, dan juga berat membawa barang bawaan yang semakin bertambah, hehehe. Alhamdulillah tepat pukul 16:00 saya tiba di Bandara Soekarno Hatta turun dari pesawat ANA (NH855) dan sudah disambut oleh kakak. Seperti baru bangun dari mimpi setelah berada di Jakarta meraskan udara yang sangat panas. Bukan lagi dinginnya Jepang. Satu minggu memang waktu yang sebentar. Tetapi, Nihon wa watashi ni omoshiroi koto o oshiete kuremashita. “Jepang telah memberiku hal-hal yang menarik” Selama satu minggu menikmati suhu dinginnya Jepang, tidak mengurangi rasa syukurku pada Yang Maha Kuasa. Atas IzinNya, dan doa orang tualah yang membersamai hasil prestasi belajarku hingga bisa merasakan musim dingin disana. Salju sudah kujumpai, tapi belum kujumpai Indah mekarnya bunga Sakura. Semoga berkesempatan lagi berkunjung ke Jepang di Musim semi dan mengagumi momiji di musim gugur. ^_^

Saturday, 27 September 2014

Farikhatul Jannah, ke Jepang sebagai Juara Japanese Experience Contest 2014

juara lomba japan essay
Japanese Experience Contest yang diadakan oleh KYORITSU bekerjasama dengan COACH adalah Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat Nasional yang baru pertama kali diadakan di Indonesia. Lomba yang finalnya diadakan di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta pada tanggal 27 September 2014 ini memberikan jatah 5 orang pemenang untuk berlibur ke Jepang selama 7 hari dengan semua biaya ditanggung oleh pihak penyelenggara dan sponsor (PT Kyoritsu, COACH Event Organizer, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, dan Maskapai Penerbangan ANA).

Berita luar biasa mengharukan dan membanggakan keluarga besar PBJ UNNES datang dari lomba itu sesaat setelah pemenang diumumkan. Mahasiswi PBJ UNNES 2012 atas nama Farikhatul Jannah menjadi salah satu pemenang diantara 5 orang yang akan berlibur ke Jepang selama 7 hari.

Lomba ini sendiri diikuti oleh 100 peserta dari seluruh Indonesia yang kemudian melalui seleksi pemberkasan terpilihlah 58 orang peserta untuk mengikuti babak final di Jakarta. Kemudian 58 orang itu di seleksi lagi dengan kuis yang soalnya adalah tentang seputar jepang, ekonomi, bisnis, budaya, politik, dan sebagainya yang terkait dengan Jepang. Dari 58 orang peserta dipilih 15 orang terbaik untuk Final pidato Bahasa Jepang, pelaksanaan Final Pidato juga bukan seperti lomba lomba sejenis, dimana peserta sudah mempersiapkan dan berlatih tema pidato yang dia persiapkan sendiri, namun dalam perlombaan kali ini, setiap peserta diberikan 3 tema oleh panitia dan harus memilih salah satunya. Lalu peserta diberikan waktu 5 menit untuk mempersiapkan memo dan menjabarkan tema yang dipilihkan oleh panitia didepan panggung. Setelah pidato tersebut maka dipilihlah 5 orang pemenang utama yang akan berangkat ke Jepang.

Dalam lomba kali ini, Farikhatul Jannah atau Mbak Ika mengambil tema "watashi ga nihonjin ni shoukai shitai indonesia no yuumeijin" . Atau memperkenalkan orang terkenal di Indonesia kepada orang Jepang, dalam kesempatan pidato singkat tersebut, mbak Ika mengambil subjek tokoh bapak Habibie. Beliau bercerita, entah kenapa bisa mengambil bapak Habibie sebagai contoh tokoh yang menjadi subjek pidato, dikala orang lain menceritakan artis idola mereka :) .

Menurut kabar, diantara 5 orang pemenang tersebut, 3 orang diantaranya adalah merupakan peserta yang berprofesi sebagai pekerja dalam bidang bahasa Jepang dan bahkan pernah pergi ke Jepang tetapi bukan dalam kapasitas sebagai pelajar. Jadi persaingan yang harus dilalui untuk menjadi juara bukanlah hal yang mudah.

Sebagai pemenang hadiah utama, Farikhatul Jannah, Inshaa Allah bulan januari 2015 nanti akan merasakan atmosfir udara Jepang secara langsung, Hal yang pastinya menjadi impian setiap pembelajar bahasa Jepang. Selamat sekali lagi kepada Ika (panggilan akrabnya).

Selain ini ada berita baik lainnya yaitu pada tanggal 28 Oktober 2014 nanti dosen PBJ Unnes Silvia Nurhayati, M. Pd. dan mahasiswa angkatan 2011 bernama Metha Gesti terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk mengikuti pelatihan metode pembelajaran bahasa Jepang (Japanese Teacher capacity Building) yang sepenuhnya dibiayai oleh The Japan Foundation. Pelatihan ini diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa LPTK sebagai calon guru. Mereka akan mengikuti pelatihan ini selama 1,5 bulan di Osaka Jepang.  Semoga berita ini bisa memotivasi mahasiswa lainnya.


 Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Monday, 12 May 2014

Unnes Juara (Lagi)

Anang Heri Wibowo mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang langsung bersorak dan menangis ketika namanya diumumkan sebagai pemenang lomba pidato bahasa Jepang tingkat Jawa Tengah yang diikuti oleh mahasiswa dan umum.
Lomba yang diselenggarakan di Unnes untuk keempat kalinya pada tanggal 11 Mei ini merupakan seleksi regional untuk mencari unggulan lokal yang akan dipertandingkan di tingkat nasional di Jakarta pada tanggal 7 Juni 2014.
Seandainya lolos sebagai pemenang di Jakarta maka ia berhak ikut bertanding dalam lomba yang sama tingkat Asia yang diadakan di Jepang.


Tuesday, 11 March 2014

漢字CUP 初級レベルで優勝!!


島津亜紀


最近はあまり雨も降らなくなり、カラッとした日が続いていますが、もうそろそろ雨季も終わりかも?
そんな晴れやかな日の31日、東ジャワの都市スラバヤにて『漢字CUP』が開催されました。この大会は在スラバヤ日本総領事館主催で行われ、今年で12回を迎えます。大会は初級の部、中級の部と行われ、インドネシアで日本語を学ぶ高校生、大学生、社会人が参加することができます。
今回、UNNESからも初級の部へ18人、中級の部へ6人参加しました。スマランからスラバヤまではジャワ島を走る電車で移動。大会前日は温かい「バクソ(肉団子スープ)」で英気を養い、いざ大会へ!!


当日は大会参加者、視聴する方と全体で200名以上の人出があり、とても盛り上がりました。出題問題は日本人でも戸惑ってしまうような難問も。


そんな中、UNNES3年生ベラさんがなんと、初級の部優勝に輝きました。
優勝トロフィーを持って素敵な笑顔☆



来年は中級の部でもいい結果を残せるよう、後輩たちにもいい刺激になったことでしょう。    


Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang