Showing posts with label Publikasi. Show all posts
Showing posts with label Publikasi. Show all posts

Thursday, 4 April 2019

General Lecture "Cultural Resource Studies and Their Tasks" (Prof.Haruya Kagami)

General Lecture Pendidikan Bahasa Jepang 2019
Cultural Resource Studies and Their Tasks 
(Prof.Haruya Kagami from Kanazawa University) 

Apa itu Cultural Resource Studies? Cultural Resources Studies adalah bidang keilmuan yang melakukan penelitian komprehensif tentang budaya manusia dan untuk mengembangkan metode baru untuk perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya budaya tidak hanya secara lokal tetapi juga secara global. Nah, pada tanggal 24 April nanti aka nada General Lecture dari Prof.Haruya Kagami seorang pakar antropologi budaya dan perintis dari graduate program in cultural resource management di Kanazawa University.

Rencananya kuliah umum ini akan membahas tentang manajemen budaya, masalah manajemen pengelolaan budaya tidak hanya di Jepang tetapi juga negara lain termasuk Indonesia. Selain pemaparan tentang Cultural Resource Studies, nanti juga akan ada co-lecturer oleh ibu Maharani Dian, Ph.D. Beliau adalah alumni Kanazawa University yang akan membawakan kuliah tentang Material Culture toward the Future : Banana Plants in Javanese Culture and Design. Singkatnya beliau akan membahas tentang filosofi pisang dalam budaya Jawa yang ditinjau dari sudut antropologi budaya dan desain.

Jangan lupa, 24 April 2019 di Gedung Dekanat FBS UNNES. Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum!
Untuk memudahkan administrasi harap mendaftar melalui QR Code yang ada di pamphlet atau Link GoogleForms di http://bit.ly/2uDnmkB terlebih dahulu.

Jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut bisa menghubungi panitia di 0898 – 6565 – 328 (Ade)

Sampai bertemu di General Lecture Pendidikan Bahasa Jepang 2019 “Cultural Resource Studies and Their Tasks” 

Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Thursday, 22 November 2018

"Kaiwakai" Melatih Kemampuan Wicara dengan Native Speaker

Kaiwakai November 2018 PBJ UNNES
Ohayou..
Kali ini kita akan membahas salah satu kegiatan luar prodi alias tidak masuk didalam sks perkuliahan yaitu Kaiwakai.

Kaiwa sendiri adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti percakapan atau pembicaraan dalam bahasa Indonesia (sumber * kamuslengkap). Kaiwakai sendiri diadakan dalam rangka membantu para mahasiswa untuk berbicara dalam bahasa Jepang sekaligus mempraktekan hasil pengajaran di kelas secara langsung. Sebagai lawan bicara kami mengundang Japanese native speaker langsung dari Nihon Partners.

Dalam kesempatan ini terdapat 3 orang Nihon Partners yang hadir di acara kaiwakai, mereka sendiri di Jepang adalah mahasiswa tingkat 4 di Universitas masing2x. Ada yang berasal dari Aomori, Osaka dan Kanagawa. Dalam prakteknya, peserta dibagi kedalam 3 kelompok besar.

Topik dari kaiwakai kali ini adalah sistem pendidikan atau perkuliahan di Jepang, walaupun topiknya spesifik, namun dalam pelaksanaannya mengalir lancar, dari hal pendidikan di Jepang, musim di Jepang, kota asal para Nihon Partners, apa yang disuka di Indonesia dan di Jepang, dsb. Pada awalnya masih terkesan kaku, namun seiring waktu semuanya mencair dan percakapan mulai mengalir. Di akhir acara juga kita main sedikit game yang membuat suasana semakin akrab dan semua semakin ngeblend.



Tentu saja diakhiri sesi foto foto :). Nihon Partners pun mengapresiasi acara ini dengan baik, dan bersedia jika lain kali diadakan acara serupa..
Arigatou gozaimashita




Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Share QA/Tips "Perjalanan Juara Pidato Seli Inayati di Jepang"

Ohayouuu.... sudah pada taw kan berita tentang Seli Inayati yang menjadi juara Nasional speech contest Nasional dan berangkat ke Jepang kemarin? berita terkait disini
Nah kali ini kita tanyakan bagaimana sih pengalaman ketika di Jepang sana, dan berbagi tips dan tricknya.

Q : Bagaimana sih pengalaman pertama di Jepang kemarin?
Alhamdulillah dalam kegiatan kemarin, walau judulnya adalah hadiah dari perlombaan, namun saya dapat merasakan bagaimana kehidupan masyarakat Jepang terutama kota tokyo secara langsung dan bukan berkesan sebagai turis. Pengalaman sebagai turis dan penduduk lokal itu beda banget, kami merasakan susah senangnya berangkat kerja umpel2xan di chikatetsu pada rush hour, ke kantor, makan siang bersama di kantin. Pokoknya banyak pengalaman yang belum tentu orang lain bisa merasakannya.

Q : Sebenarnya Acara utamanya seperti apa ya?
Acara utamanya adalah saya beserta para juara perwakilan dari 10 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Myanman, Thailan, Laos, Kamboja dan Filipina) diundang untuk mempresentasikan pidato yang kami bawakan di tingkat Nasional di depan para tamu undangan yang kebanyakan adalah bos perusahaan dan duta besar negara masing2x peserta.
Kegiatan ini di sponsori oleh Japan Overseas Enterprise Association, dari namanya juga sudah bisa ditebak bahwa ini adalah Asosiasi atau perkumpulan perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki cabang di luar Jepang.

Wakil 10 Negara

Q : Dengar-dengar dapat penghargaan lagi ya?
Alhamdulillah, walau event ini sebenarnya bukan lagi lomba, tetapi hanya kesempatan bagi para juara Nasional untuk membawakan pidato, namun Alhamdulillah Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Pidato terfavorit/terbaik, selain wakil Myanmar.

Q : Selama di sana apa saja kegiatannya Sel?
KEgiatan disana lebih banyak ke kunjungan ke perusahan2x seperti Toppan Printing, Aji no Moto, ACC, Honda dan Panasonic. Walaupun judulnya kunjungan ke perusahaan, namun kami berstatus VIP, jadi bener2x merasa tersanjung. Selain kunjungan ke perusahaan kami juga pergi wisata ke objek wisata sekitaran tokyo seperti gedung tertinggi Tokyo Skytree, Disneyland, Odaiba, mengunjungi Jinjya (Shinto) dan Tera (Budha) sebagai kunjungan budaya, tur keliling tokyo dengan bis wisata juga :)

Kunjungan perusahaan

Q : Boleh bagi tipsnya ngga Senpai supaya bisa mengikuti jejaknya?
boleh aja, tips dari saya setidaknya seperti ini

  1. persiapkan diri jauh jauh hari, setidaknya 3-4 bulan sebelum lomba sudah harus konsultasi ke sensei mengenai tema naskah pidato, garis besarnya.
  2. Jangan malas!!! jangan hanya setengah setengah kalau mau berusaha. maksimalkan apa yang bisa kita lakukan, misalnya sering2xlah konsultasi ke sensei karena beliau lebih tahu dan berpengalaman, jadi kita harus "ngemis" ilmu ke sensei.
  3. Jaga hubungan bak dengan sensei, jangan kerad!. beliau tentu lebih berpengalaman, berilmu dan sebisa mungkin kita menyerap dan mengaplikasikan ke diri kita. Terkadang sudut pandang berbeda dari orang lain apalagi sensei akan sangat berguna dalam menyusun naskan tema yang "calon juara"
  4. Kuatkan mental!, karena proses latihan dan sebagainya itu menghabiskan waktu berbulan bulan. Pidato bukan hanya sebatas naskah saja, kemampuan verbal lebih menentukan. bagaimana menjabarkan naskah pidato kita dalam bahasa verbal (dalam hal ini bahasa jepang dengan segala ragam kerumitannya) sangat sulit, hanya latihan dan persiapan yang matang yang bisa membantu kita. Ada kalanya lelah dan capek, tapi kita harus terus latihan sampai muntah dan akhirnya dapet tiket :)
Q :  ada pesan pesan buat yang lain supaya sukses juga senpai?
Pokoknya jangan pernah menyerah!, jangan takut!, keep positive, kalo capek istirahat, kalo laper makan, kalo haus minum. Jangan gampang sakit hati lalu ngambek, jangan baper. karena nanti akan banyak omongan dan omelan tidak menyenangkan. Open mind, jaga hubungan baik dengan sensei dan teman2x juga :)
Gambareeeee !!!





Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Negeri Semarang

Sunday, 25 March 2018

SETENGAH HARI JADI TOUR GUIDE BERSAMA PEACEBOAT



Empat belas mahasiswa berkesempatan naik kapal Peace Boat
Hari Sabtu, 24 Maret 2018 empat belas orang mahasiswa angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang berkesempatan ikut serta dalam penyambutan kurang lebih 20 orang wisatawan dari Jepang yang di fasilitasi oleh Peace Boat. 

Wednesday, 28 February 2018

DOSEN DAN MAHASISWA PBJ UNNES LOLOS LAGI SELEKSI KE JEPANG




Bersama seluruh peserta lolos seluruh Indonesia
Program Southeast Asian Teachers Training in Japan oleh The Japan Foundation telah kembali terlaksana sejak 10 Januari dan berakhir pada tanggal 24 Februari 2018. Setelah tahun sebelumnya Universitas Negeri Semarang berhasil lolos dengan perwakilan satu dosen dan satu mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni Unnes. Tahun ini, Unnes juga kembali meraih prestasi di program tersebut dengan lolosnya dosen (Yuyun Rosliyah S. Pd.) dan mahasiswa (Jundi Nidaaul Fath, angkatan tahun 2014). Seperti tahun sebelumnya, awalnya seluruh peserta yang ada diharuskan untuk menulis esai dengan menggunakan bahasa Jepang untuk di seleksi oleh pihak The Japan Foundation.

Sunday, 13 November 2016

UNNES Bersaing di 20 Besar The Second GUNMA CUP Essay and Speech Japanese Contest in Indonesia



Bersama dengan seluruh peserta terpilih dari Indonesia


GUNMA CUP yang kedua kalinya, telah terlaksana di Malang, 12-13 November 2016. Bekerjasama dengan IIMS (International Institute for Multicultural Studies) organisasi dibidang hubungan internasional dan berpusat di kota Annaka Prefektur Gunma sebelah barat Tokyo, Jepang. Setelah keberhasilan di Gunma Cup yang pertama oleh Meta Gesti Rahayu sebagai juara 3 tahun lalu, kali ini empat mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang berhasil lolos 20 besar lewat seleksi essay bahasa jepang (Siti Yuliani, Emfina Arditya Putri, Jundi Nidaaul Fath, Eki Desi Handayani). Panitia Gunma Cup menyeleksi 50 peserta dari seluruh Indonesia menjadi 20 peserta. Setelah itu ke 20 besar peserta yang lolos di seleksi kembali, dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kontes menulis essay bahasa jepang dan kontes pidato bahasa jepang. kemudian akan dipilh juara 1,2 dan 3 yang akan berkesempatan ke Gunma.
Kontes menulis essay bahasa Jepang dilaksanakan pada tanggal 11 November, dengan tema yang sebelumya seluruh peserta tidak diberitahu. Tema essay yang akan ditulis, baru di umumkan beberapa menit sebelum kontes dimulai. Essay bahasa Jepang yang ditulis sebanyak 600 kata tidak lebih. Kemudian kontes pidato bahasa Jepang dilakasanakan hari setelahnya, 13 November, dengan durasi 4 menit setiap peserta. Naskah pidato sudah dipersiapkan di awal dengan tema yang ditentukan panitia.

Hari pertama saat essay contest, bersama salah seorang staff GunmaCup

Sekilas urutan speech contest The Second Gunma Cup

Salah satu penampilan dari perwakilan Unnes

Kontes ini Staff gunma dibagi menjadi 2 yaitu, staff Jepang dan (8 Orang mahasiswa Jepang sebagai panitia dan juri) staff Indonesia (beberapa dosen dan mahasiswa jurusan bahasa jepang Universitas Brawijaya). Kegiatan ini emberi kesempatan untuk berkunjung ke Jepang kepada para pelajar bahasa Jepang. Diharapkan mampu mewujudkan lingkungan multicultural, membuat hubungan baik budaya dan promosi daerah Gunma. Kontes ini di adakan pula di Busan University, Korea pada 26-27 November ini.
Unnes belum berhasil membawa pulang gelar juara, tetapi kesempatan yang berharga ini menciptakan kesan dan semangat untuk semakin bersungguh-sungguh dalam belajar bahasa Jepang. Selama acara, ke empat mahasiswa tersebut berkesampatan merasakan atmosfir keluarga yang berhasil di persembahkan oleh panitia. Disana tidak hanya berlangsung kontes saja, tetapi ada pula kegiatan berkumpul bersama, saling bertukar pendapat menyampaikan argumentasi mengenai daerah tempat tinggal masing-masing, menikmati makanan ringan dari jepang, dan saling bertukar akun sosial.
Presiden IIMS, Takao Ota Sensei sempat bercakap-cakap dengan salah satu peserta dari Unnes selama acara, “Bagaimana perasaannya? Apakah sudah melakukan yang terbaik? Apapun hasilnya, ini akan menjadi pengalaman yang hebat,bukan? Bisa bertemu dengan seluruh peserta dari 20 yang terbaik. Keinginan saya adalah membawa kalian semua ke Jepang, tetapi kontes adalah kontes ya. Hanya tiga orang yang bisa mendapatkan kesempatan itu sekarang. Terima kasih sudah berusaha dalam belajar bahasa Jepang. Gunma Cup selanjutnya, jangan lupa untuk berpartisipasi lagi yaa” Kata beliau dengan suara ramah dan senyum hangatnya.(Jundi Nidaaul Fath).
Kontes ini bukan menilai dari seberapa bagus grammar bahasa Jepang ataupun kemampuan menguasai bahasa Jepang. Gunma Cup ingin menemukan seseorang yang memiliki passion dan cara menyampaikan apa yang ingin dikatakan dengan menyenangkan saat berbahasa Jepang. Jangan takut untuk mencoba, cobalah menulis dan utarakan apa yang ingin kalian sampaikan sehingga orang-orang bisa mengerti perasaan kta dalam belajar bahasa asing. Mari bersungguh-sungguh, dan carilah ajang penyaluran bakat yang mendukung passion masing-masing.
Minna, yoku ganbarimashitane. Rainen mo ganbarimashou!

(sedikit) Potret kebersamaan di The Second Gunma Cup



Thursday, 25 February 2016

KUNJUNGAN PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA



Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes - UMY


            Kamis, 25 Februari 2016, tepat pukul 09.00, Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sampai di gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. 

            “Senangnyaa,..
Hari ini, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes kedatangan tamu dari Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UMY…”

Kurang lebih begitulah sederet kalimat yang terucap di dalam hati. Ada sekitar 125 mahasiswa dan 5 dosen dari Prodi PBJ (Pendidikan Bahasa Jepang) UMY. Rasanya menyenangkan sekali bisa menyambut saudara seperjuangan dalam menuntut ilmu bahasa Jepang. Sebelum acara benar-benar dimulai, ASAHI (Apresiasi Mahasiswa dalam Himpunan) Band pendidikan bahasa jepang Unnes mempersembahkan dua buah lagu jepang juga persembahan Tari Semarangan dari 3 orang mahasiswi PBJ Unnes angkatan 2014 (Gilang Aldilla, Irma Anggun, dan Dwi Vivi Elvandari). Setelah itu dilanjut pembukaan oleh MC (Fhiyan Arrisman-PBJ 2013 dan Jundi Nidaaul F-PBJ 2014), kemudian sambutan dari Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing (Ibu Sri Rejeki Urip), selanjutnya oleh  Koordinator Prodi PBJ Unnes (Silvia Nurhayati Sensei), dan oleh Kaprodi PBJ UMY (Sonda Sanjaya Sensei). Sambutan tersebut sekaligus menyambung presentasi dari tiap program studi kedua universitas. Setelah sudah saling mengenal bentuk pengajaran bahasa jepang di masing-masing universitas, seluruh peserta diberikan hak untuk bertanya. Kesimpulan dari presentasi keduanya adalah sama, yaitu ingin mencetak pengajar atau ahli bahasa jepang berkompeten yang mampu bersaing dengan zaman.
Sambutan
 
Kaprodi PBJ Unnes (Silvia Nurhayati Sensei) dengan Kaprodi PBJ UMY (Sonda Sanjaya Sensei)

Asahi dan Nikigakka

Jalan-jalan keliling FBS

Masing-masing dari pihak himpunan mahasiswa PBJ Unnes (ASAHI) dan PBJ UMY (NIKIGAKKA) juga saling mempresentasikan tentang himpunan masing-masing. Keduanya berharap bisa bekerja sama dalam hal pencapaian prestasi akademik dan organisasi, suatu saat nanti. Selanjutnya adalah acara hiburan, PBJ Unnes menampilkan Tari Yosakoi dengan lihai dan semangat. Sedangkan saat itu, dari pihak UMY mempersembahkan tari modern yang sangat mengejutkan. Persembahan dari mereka benar-benar memukau dan mampu memecah teriakan kagum seisi gedung B6.
Di penghujung acara, ada persembahan spesial dari Ketua Asahi 2016 (Shafrina Ully-PBJ 2014) dan beberapa anggota Asahi lain, yaitu sebuah lagu dari Motohiro Hata-Himawari No Yakusoku. Lagu tersebut seolah-olah mewakili perasaan seluruh peserta, mengingat saat itu sudah sampai di acara terakhir bersama dengan kawan-kawan PBJ UMY. Kemudian setelah penutupan oleh MC dan sesi foto bersama, para pengurus Asahi mengajak 130 mahasiswa PBJ UMY berkeliling sekitar Fakultas Bahasa dan Seni. Tentu saja, jika di ingat-ingat banyak tingkah kocak yang membuat rindu.
 
Potret sekilas acara